Silaturahmi Ke Ponpes, Kapolres Probolinggo Berikan Santunan

Probolinggo - Kepala Kepolisian Resort Probolinggo, Ajun Komisaris Besar Polisi Arman Asmara Syarifuddin, melaksanakan kunjungan silaturahmi dengan tokoh agama di Pondok Pesantren Nurul Anwar, Desa Jabung Sisir, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Kamis (29/9) siang tadi.

Didampingi Kasat Intelkam, Kasat Binmas dan Kapolsek Paiton, kunjungan silaturahmi itu disambut baik oleh Ketua Front Pembela Islam (FPI) Cabang Kabupaten Probolinggo Ustad Awaruddin, selaku pengasuh ponpes.

Dalam kegiatan tersebut, selain bertujuan sebagai silaturahmi dan berkoordinasi untuk menjalin sinergitas antara polri dengan tokoh agama, juga menindaklanjuti Program Promoter Kapolri yang salah satunya melakukan penanggulangan Radikalisme (agama, idiologi, eka/eka dan separatisme) serta aliran sesat, dengan melakukan pendekatan kepada ormas radikal di wilayah Kabupaten Probolinggo.

Tak hanya itu, pesan-pesan kamtibmas dari kapolres juga turut disampaikan agar sebagai umat beragama dapat saling menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan di sekitar ponpes. Sebelum meninggalkan ponpes, kapolres juga memberikan santunan berupa sarung dan Al-Qur'an yang dapat dimanfaatkan oleh para santri ponpes. 

Anev Data Kepesertaan BPJS FKTP Polres Probolinggo

Probolinggo - Bertempat di Ruang Eksekutif Mapolres Probolinggo, Rabu (28/9), dilaksanakan kegiatan Anev Data Kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Polres Probolinggo.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kabag Sumda Kompol Imam Rofiq, SH, yang didampingi Paurkes Polres Probolinggo Aiptu Hendro Winarno, S.Sos, beserta Dr. Dana Wandrian, dengan mengundang Kepala Kantor Layanan Operasional BPJS Kabupaten Probolinggo Mohammad Choirul. Dalam acara itu, diikuti oleh Bag/Sat/Sie Polres Probolinggo dan Kasium polsek jajaran.

Dalam paparannya, Kepala KLO BPJS menyampaikan tentang pelayanan BPJS kepada anggota Polri/PNS dan keluarga yang belum mempunyai kartu kepesertaan, diharapkan di akhir tahun 2016 seluruh kepesertaan FKTP Polres Probolinggo sudah memiliki kartu BPJS. Dari hasil evaluasi, anggota yang belum memiliki kartu kepesertaan diperkirakan sekitar 15%.

Paurkes Polres Probolinggo juga menambahkan, bagi anggota Polri/PNS dan keluarga, yang belum memiliki kartu kepesertaan agar melengkapi persyaratan yang sudah ditentukan. Hal ini ditujukan guna pencapaian Program V Promoter 100 Hari Kapolri tentang peningkatan pelayanan dan fasilitas kesehatan.

Polres Probolinggo Dan Polsek Jajaran Dirikan Posko Pengaduan Korban Dimas Kanjeng

Probolinggo - Terkait kasus penipuan penggandaan uang oleh Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi, Kapolres Probolinggo AKBP Arman Asmara Syarifuddin, berinisiatif untuk membuka posko pengaduan. Kapolres menghimbau seluruh masyarakat yang merasa ditipu dan menjadi korban, agar mendatangi posko pengaduan.

Tak hanya di Mapolres Probolinggo saja, posko-posko pengaduan tersebut kini sudah dibuka di seluruh polsek-polsek jajaran Polres Probolinggo, termasuk juga di dalam padepokan Dimas Kanjeng sendiri.

"Selama ini kan infonya banyak yang tidak berani melapor. Setelah Dimas Kanjeng ditangkap, mungkin masyarakat sudah berubah pikiran. Kita perbanyak jumlah posko untuk mempermudah masyarakat mengadukan permasalahannya," tegas kapolres, Selasa (27/9).

Saat ini, kepolisian masih memfokuskan kepada kasus pembunuhan yang diduga didalangi Dimas Kanjeng. Sedangkan perihal isu yang menyebutkan bahwa adanya kuburan massal dan sejumlah santri yang hilang sejak di padepokan, hingga kini polisi masih menelusuri dan mengumpulkan data. Untuk itu, posko yang sudah disediakan terbuka lebar bagi warga yang ingin melapor karena kehilangan kerabat atau temannya.

Pelaku Curanmor Berhasil Dibekuk Polsek Lumbang

Probolinggo - petugas piket bersama Kepala desa & perangkat desa tandon sentul berhasil menangkap seorang laki-laki yang diduga melakukan pencurian sepeda motor milik Laili (22), Warga Tandon Sentul Kecamatan Lumbang Kabupaten Probolinggo, Selasa (27/9) dini hari. Kasus ini terjadi ketika korban terjaga dari tidurnya, karena mendengar ada suara orang masuk rumah. Selanjutnya korban melihat seorang laki-laki tidak dikenal menuntun sepeda motornya ke arah dapur dan korban berusaha mempertahankan motornya dengan menarik dari belakang sambil berteriak maling-maling dan motor roboh sedangkan pelaku melarikan diri, mendengar kejadian tersebut tetangga bersama perangkat desa mengejar pelaku dan kepala desa bersama anggota polsek lumbang berhasil menangkap teman pelaku yang menunggu diatas sepeda motornya. 

Tiga kasus pencurian itu diantaranya, tersangka YED (17), warga Welulang Lor Kecamatan Lumbang Kabupaten Pasuruan. Dari penangkapan EYD ini, petugas akan melakukan rencana tindak lanjut dengan membawa tersangka dan barang bukti ke polsek Lumbang Polres Probolinggo guna penyelidikan lebih lanjut , dan dari hasil pemeriksaan sementara tersangka mengaku bahwa pencurian tersebut telah direncanakan sebelumnya dirumah tersangka (YS).

.Selanjutnya petugas akan melakukan pengembangan yang mengarah kepada dua pelaku yang berhasil melarikan diri, pelaku bernama YS (18) dan LA(18). Dan pelaku YED yang berhasil ditangkap pun terancam dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman pidana diatas lima tahun penjara.






5 Anggota Perhutani Malang Tertimpa Pohon

PROBOLINGGO - Sebanyak lima orang rombongan dari perhutani malang,pasuruan dan Probolinggo bernasib sial karena tertimpa pohon tumbang diwilayah area wisata air terjun Madakaripura, Selasa (27/9).

Menurut petugas kejadian ini terjadi sekitar pukul 09.15 WIB saat kegiatan penanaman pohon diwilayah areal madakaripura berlangsung. Di tkp diwilayah madakaripura sebelah barat masuk Desa Santren kecamatan Lumbang Kabupaten Pasuruan petugas mendapati rombongan keseluruhan berjumlah 58 orang.  namun naas kelima dari rombongan itu bernasib malang.

Dari kelima orang korban, seorang diantaranya  bernama Imanuel (23), asal Malang, mengalami luka patah rusuk. Keempat lainnya mengalami luka dibagian kepala, Umi Masruroh (46), Lusi Triana (42), Titin Trisna Agustina (48) dan Zela (22) yang mengalami luka dikepala serta pundak kiri. korban saat ini dirujuk ke RSU Lavalet Malang untuk pengobatan lebih lanjut.

Polres Probolinggo Gandeng Dinkes & Dinsos Periksa Kesehatan Santri Dimas Kanjeng

Probolinggo - Beberapa hari setelah guru besar Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi ditangkap polisi, ternyata ratusan santri yang berasal dari berbagai daerah seluruh Tanah Air masih tetap bertahan di sekitar padepokan yang terletak di Probolinggo.

Orang-orang setia Dimas Kanjeng ini tinggal di tenda-tenda yang dibuat secara sederhana. Para santri ini mengaku setia menunggu guru besarnya kembali ke padepokan. Tenda-tenda yang terbuat dari terpal plastik, dihuni ratusan santri Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi, yang terletak di Dusun Cengkelek, Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo.

Terkait hal tersebut, Polres Probolinggo berinisiatif untuk membuka pos pengaduan bagi pengikut Dimas Kanjeng yang merasa dirugikan. Namun, belum satu pun laporan yang diterima oleh posko.

"Kami membuka pos pengaduan khusus untuk para pengikut Dimas Kanjeng, siang dan malam. Kami persilahkan bagi para pengikutnya yang mau melaporkan hal-hal yang menjadi beban," ungkap Kapolres Probolinggo, AKBP Arman Asmara Syarifuddin di lokasi padepokan, Senin (26/9) siang tadi.

Selain itu, Polres Probolinggo juga menggandeng Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo untuk melakukan pengecekan kondisi kesehatan para pengikut Dimas Kanjeng yang bisa dikatakan cukup memprihatinkan. Karena kebanyakan juga pendatang dari berbagai kota seluruh Indonesia, sehingga mereka membawa perbekalan seadanya. Tak ketinggalan juga dari Dinas Sosial Kabupaten Probolinggo, juga ikut mendata dan siap memfasilitasi akomodasi bagi para pengikut Dimas Kanjeng yang ingin kembali ke rumah asalnya.

Sosialisasi Rim CPNS Polri Kesehatan T.A 2016 Diradio Bromo FM Kabupaten Probolinggo


Probolinggo - Polri membuka perekrutan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) khusus di bidang kesehatan.  Pendaftarannya akan dibuka pada tanggal 14 september 2016 secara online.

Bagi pemuda dan pemudi Indonesia yang mau berkarir di dunia Kepolisian untuk profesi dokter,perawat dan bidan inilah peluang emas bagi Anda, dan dalam perekrutan CPNS dibidang kesehatan tersebut, ada beberapa syarat yang harus diperhatikan oleh para pendaftar.Diantaranya sebagai berikut:

Syarat Umum :
*Warga Negara Indonesia
*Usia 18-35 tahun, diperbolehkan s/d  40 tahun bagi dokter atau dokter gigi yang sudah    mengabdi secara terus menerus minimal 5 tahun sampai sekarang
*Beragama
*Setia kepada NKRI
*Belum pernah dipenjara atau dipidana umum
*Belum pernah diberhentikan scara tidak hormat dari instansi
*Tidak berstatus sebagai CPNS atau PNS
*Berkelakuan baik
*Sehat jasmani dan rohani
*Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah NKRI
*Sanggup berbakti minimal 5 tahun
*Terdaftar sebagai pencari kerja di Disnaker
*Tidak berpolitik dan terlibat politik

Syarat Khusus :
*Berbadan sehat dan proporsional
*Tinggi badan minimal untuk laki-laki 160 cm, untuk perempuan 155 cm
*Ijazah dari fakultas dengan akreditasi minimal B

Seleksi terdiri dari:
*Tes Kemampuan Dasar
*Tes Kemampuan Bidang Pemeriksaan Kesehatan
*Tes Kesamaptaan Jasmani
*Tes wawancara

Bagi para pendaftar yang ingin mengikuti perekrutan CPNS polri ini , bisa mendaftarkan di http//:panselnas.menpan.go.id atau http//:ssdm.bkn.go.id secara online. Usai melakukan pendaftaran online, pendaftar akan mendapatkan registrasi, dimana resgistrasi tersebut kemudian dibawa ke Polda setempat dengan membawa bukti pendaftaran online dan kelengkapan berkas administrasi lainnya.