Kamis, 19 Januari 2017

Simulasi TIKAM BANDIT Vital Area "BROMO PERKASA" Polres Probolinggo



PROBOLINGGO - Siang tadi (19/1/2017) nasabah Bank BRI Unit Pajarakan dikejutkan dengan aksi dua orang pria yang memasuki ruangan Bank BRI dengan membawa senjata tajam kemudian marah - marah dan menantang semua orang yang ada di ruangan bank untuk berkelahi, selanjutnya dalam hitungan menit gedung kantor Bank BRI Unit Pajarakan telah dikepung oleh puluhan personil Polres Probolinggo yang langsung masuk untuk melumpuhkan pria pembuat onar tesebut kemudian dibawa ke Kantor Polres Probolinggo untuk diperiksa.

 Puluhan personel Unit Reaksi Cepat (Raimas) Sat Sabhara Polres Probolinggo yang dipimpin langsung oleh Kasat Sabhara AKP Istono ternyata sedang melaksanakan Simulasi TIKAM BANDIT (TEKNOLOGI KEAMANAN BANK DAN OBYEK VITAL) "BROMO PERKASA" Polres Probolinggo, dimana saat itu juga terlihat anggota sedang mensterilkan bagian luar hingga ke bagian dalam kantor bank BRI yang berada di Jalan Raya Kecamatan Pajarakan Kabupaten Probolinggo serta tampak dua mobil Patroli bersiaga di depan kantor Bank BRI sebagaimana SOP yang ada dalam penanganan kondisi darurat.

 Dalam pelaksanaan Simulasi tersebut, Kapolres Probolinggo sengaja tidak memberitahu pihak Bank BRI dan anggota Unit Reaksi Cepat (RAIMAS) Sat Sabhara Polres Probolinggo yang saat itu sedang melaksanakan pengamanan Sidang di PN Kraksaan, mengingat maksud dan tujuan simulasi ini adalah untuk mengukur kecepatan dan ketepatan Anggota Polres Probolinggo melaksanakan SOP penanganan kondisi darurat di vital area dengan memanfaatkan TEKNOLOGI KEAMANAN BANK DAN OBYEK VITAL rancangan Kapolres Probolinggo AKBP Arman Asmara Syarifuddin.

 Ada perbedaan antara TOMBOL DARURAT yang ada di aplikasi POLISI PROGRESIF yang tersedia di Google Playstore untuk masyarakat, dengan aplikasi tombol darurat TIKAM BANDIT. “Kalau aplikasi yang diunduh melalui google Playstore oleh masyarakat, Informasi Darurat dimonitor oleh Pusat Komando, diverifikasi kondisi daruratnya kemudian diteruskan kepada petugas terdekat dengan pelapor. Sedangkan tombol darurat TEKNOLOGI KEAMANAN BANK DAN OBYEK VITAL seperti gedung pemerintah, perbankan dan lainnya langsung diterima oleh para petugas Polres Probolinggo,” jelas Kasat Sabhara, AKP Istono.

Secara terpisah Kapolres Probolinggo, AKBP Arman Asmara Syarifudin, SH, SIK, MH mengungkapkan bahwa Aplikasi TIKAM BANDIT ini merupakan inovasi dari salah satu Satuan Tugas (Satgas) yang dibentuk oleh Kapolres Probolinggo yaitu Satgas Cyber Crime.

"Dalam waktu dekat, Polres Probolinggo akan melaksanakan launching Progam Inovasi Crime Justice System bernama BROMO PERKASA dimana didalamnya terdapat beberapa Satuan Tugas sebagai bentuk peningkatan kinerja tugas Polri dilapangan sebagai wujud implementasi progam PROMOTER Kapolri sehingga tercipta situasi yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Probolinggo” jelasnya.

Beberapa Satuan Tugas (Satgas) yang ada pada inovasi Bromo Perkasa Polres Probolinggo yaitu : Satgas Pencegahan Konflik Sosial, Satgas Percepatan Pembangunan, Satgas Cyber Crime dan Satgas Pengawasan & Pembinaan Internal.


 Kapolres juga menyampaikan agar warga masyarakat Kabupaten Probolinggo khususnya dapat memanfaatkan aplikasi POLISI PROGRESIF yang merupakan hasil karya Putra Bangsa dari STT Nurul jadid Paiton berkarya bersama Polres Probolinggo.

Masyarakat dapat mengunduh langsung POLISI PROGRESIF dari Google Playstore cukup dengan ketik "probolinggo" di bagian search, maka akan muncul icon warna emas POLISI PROGRESIF. Atau cukup klik icon dibawah ini. (humas/rob)


color-badge

Siagakan Puluhan Personel




PROBOLINGGO-Sidang lanjutan kasus pembunuhan dua mantan pengikut Padepokan Dimas Kanjeng yakni Abdul Gani, dan Ismail Hidayah menjadi perhatian Polres Probolinggo. Bahkan, puluhan polisi tetap bersiaga di Pengadilan Negeri Kabupaten Probolinggo, Kamis (19/1).
Sebelum sidang yang mengagendakan mendengarkan keterangan saksi ini, Polres Probolinggo melalui Sat Sabhara melakukan pemeriksaan di sejumlah tempat. Termasuk ruang sidang yang ditempati.
Sidang tersebut dihadiri jaksa penuntut umum (JPU) yang terdiri dari empat Jaksa, yakni Dohar Nainggolan, Rizki Aditya, Yazid Pujianto, dan Dimas Admadibrata.
JPU mendakwa empat terdakwa,  Wahyu Wijaya, Wahyudi, Kurniadi, dan Ahmad Suryono, melakukan pembunuhan terhadap Abdul Gani, warga Kelurahan Semampir, Kecamatan Kraksaan,Kabupaten Probolinggo.
Korban dibunuh di Padepokan dan mayatnya dibuang di Wonogiri, Jawa Tengah. Para terdakwa dijerat Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dan Pasal 338 tentang pembunuhan.
Kemudian, untuk terdakwa kasus pembuhan Ismail Hidayah, yakni  Wahyu Wjiaya, Ahmad Suryono, Mishal Budianto, Tukijan, dan Suari. Agendanya sama, yakni mendegarkan saksi.
“Alhamdulillah, semuanya berjalan dengan lancar tidak ada kendala apapun di lapangan,” jelas Kasat Sabhara Polres Probolinggo, AKP Istono. (humas/rob)

Kapolsek Pakuniran Hadiri Penutupan Praktek Keperawatan Genggong




PROBOLINGGO-Forpimka Pakuniran menghadiri undangan penutupan Praktek Keperawatan Komunitas Desa Mahasiswa Akper Hafshawaty Zainul Hasan Genggong di Desa Glagah Kecamatan Pakuniran . Praktek yang dilakukan mahasiswa tersebut sudah selama 45 hari, dengan agenda pelayanan dan kesehatan (yankes), baksos dan pengobatan lansia.
Dalam kegiatan itu, dihadiri oleh Direktur Akper, Dr. H. Nur Hamim S.Kes. Ns. M.Kes, Kepala Puskesmas Glagah, Camat Pakuniran Munaris S.Sos, Kapolsek Pakuniran Iptu Habi Sutoko serta Kades Glagah dan Tokoh masyarakat.
Kapolsek Pakuniran Iptu Hadi Sutoko mengatakan selama praktek di Pakuniran, mahasiswa tentu banyak memberikan manfaat kepada masyarakat. Utamanya manfaat dibidang kesehatan. Sebab dengan praktek di kecamatan tersebut paling tidak bisa membantu masyarakat terkait kesehatan. “Paling tidak pelayanan kesehatan cukup dibantu dari adik-adik masiswa ini,” jelasnya.
Meski sudah tidak lagi praktik di Pakuniran, ia berharap untuk bisa menjaga tali silaturahmi dengan berbagai pihak di Pakuniran. “Meski tidak disini, kami berharap mereka juga mau datang kemari untuk mempererat tali silaturahmi,” tandasnya. (humas/rob)

Gudang Pengolahan Padi Di Probolinggo Terbakar

PROBOLINGGO - Sebuah gudang berisi sekam dan katul yang akan digunakan bahan partikel board, milik Hendrik (45), di Desa Sukokerto, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, terbakar, Kamis (19/1) sekitar pukul 09.00 Wib. Api dengan cepat melalap isi gudang karena bahan di dalamnya mudah terbakar.

Kebakaran itu diduga akibat putung rokok yang dibuang sembarangan, hingga membuat gudang pengolahan padi terbakar. Mulanya, api diketahui membakar tumpukan sekam dan katul sehingga merembet ke bangunan gedung. Kondisi sekam dan katul yang kering, membuat titik api kian membesar. Dua unit Pemadam Kebakaran Pemkab Probolinggo dikerahkan untuk proses pemadaman.

"Penyebabnya bukan dari kesalahan teknis atau kelalaian petugas mengoperaskan mesin atau bahkan dari aliran listrik. Akan tetapi dugaan sementara berasal dari puntung rokok, sehingga api dengan cepat melalap sekam dan katul," kata Kanit Reskrim Polsek Pajarakan Iptu Slamet, di lokasi kejadian.

Hingga kini, polisi masih melakukan melakukan olah TKP dan memeriksa saksi-saksi guna mengungkap penyebab kebakaran yang sebenarnya. Kerugian materiil diperkirakan sekitar Rp 5 juta.

Cegah DBD, Urkes Polres Probolinggo Lakukan Fogging Di Mako

PROBOLINGGO - Memasuki musim penghujan saat ini sangat perlu diwaspadai, hal tersebut sangat beralasan sebab pada musim pancaroba banyak penyakit yang akan mudah datang dan menyerang masyarakat dimana saja. Tak terkecuali salah satunya adalah penyakit yang disebabkan oleh nyamuk.

Kamis (19/1) mulai pagi tadi, anggota Urkes Polres Probolinggo yang bekerja sama dengan RSB Lumajang, melakukan fogging di mako Polres dan polsek-polsek jajaran. Fogging yang dilakukan ini untuk mengantisipasi bahaya penyakit demam berdarah.

Bahayanya penyakit DBD dan penyebarannya akan cepat, oleh karena itu untuk mengantisipasi penyebaran nyamuk ini perlu dilakukan fogging. Karena penyakit DBD ini merupakan penyakit yang ganas dan dapat mematikan. Selain dengan fogging, diharapkan anggota juga hendaknya mulai sekarang meningkatkan pola hidup sehat demi kesehatan tubuh dan jiwa. Yang paling penting juga yakni menjaga kebersihan lingkungan. Apabila ada keluhan terhadap tubuh secepatnya datang ketempat-tempat pelayanan kesehatan yang ada, baik puskesmas maupun petugas kesehatan.

Kapolsek Bantaran Bersama 3 Pilar Lakukan Patroli Dialogis

PROBOLINGGO - Sebagai upaya preventif terhadap segala bentuk gangguan kamtibmas dan menjaga situasi yang kondusif di wilayah kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo, Kapolsek Bantaran AKP Sujianto bersama tiga pilar kecamatan Bantaran melaksanakan kegiatan patroli dialogis gabungan Kamis (19/1) siang tadi.

Dalam kegiatan itu, kapolsek bersama tiga pilar berbincang-bincang kepada warga sekitar sambil memberikan himbauan-himbauan kamtibmas, agar warga berperan aktif dalam menjaga lingkungan tetap kondusif. Selain itu, agar tidak mudah terprovokasi ke arah yang melanggar hukum dan perundang-undangan yang berlaku, serta memiliki daya cegah dan tangkal segala bentuk kriminalitas dan melapor segera kepada Bhabinkamtibmas apabila terjadi sesuatu yang memerlukan kehadiran Polisi maupun 3 Pilar.

AKP Sujianto mengatakan, dengan kehadiran polisi maupun 3 pilar di tengah-tengah masyarakat, diharapkan dapat lebih memberikan rasa nyaman dalam perlindungan, pengayoman dan pelayanan, sehingga tercipta sinergitas antara aparat dengan masyarakat sekitar.

Rabu, 18 Januari 2017

Razia Pekat, Sabhara Ciduk Tiga PSK


PROBOLINGGO - Polres Probolinggo melalui Sat Sabhara berhasil meringkus tiga penjajah seks komesial (PSK) yang sedang beroperasi di Dusun Waturiti Desa Lumbang Kecamatan Lumbang Kabupaten Probolinggo Selasa (18/1) sore. Bahkan satu diantaranya sudah berusia lanjut.

Kasat Sabhara Polres Probolinggo, AKP Istono mengungkapkan razia ini bearawal dari informasi masyarakat tentang adanya praktik prostitusi tersebut. Berbekal informasi tersebut pihaknya langsung melakukan pemberantasan penyakit masyarakat (pekat).

“Alhamdulillah, kami berhasil amankan PSK sebanyak tiga orang sebagaimana melanggar Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Probolinggo Nomor 5/2005 tentang Pemberantasan Pelacuran di wilayah Kabupaten Probolinggo. 

Ironisnya, dari tiga PSK yang terjaring satu diantaranya sudah berusia lanjut. yakni Supati (70),  asal Dusun Waturiti Desa Lumbang Kecamatan Lumbang. Sementara sisanya masih berusial lebih muda, yakni Vivi (29) asal Dusun Krajan Desa Sukapura Kecamatan Sukapura dan Ayuni (44) asal Dusun Gunung Kukusan Desa Gunung Kukuaan Kecamatan Lumbang Kabupaten Probolinggo.

“Mereka kemudian langsung kami bawa ke Mapolres Probolinggo untuk dimintai keterangan dan rencananya akan diajukan sidang Tipiring ke PN Kraksaan,” jelasnya. (humas/rob)