Senin, 17 Februari 2014

Penyalahgunaan Obat Merambah Lembaga Pendidikan Dasar



POLRES PROBOLINGGO NEWS – Penyalahgunaan obat-obatan sediaan farmasi di Kabupaten Probolinggo tidak hanya menyasar orang dewasa dan remaja. Di Kraksaan, penyalahgunaan farmasi ini sudah merambah pada siswa sekolah dasar. 
Senin (17/2) yang lalu, sebanyak tujuh siswa sekolah dasar mengkonsumsi pil putihan merk dobel L. Mereka adalah RL, BY, RT, AB, DV, NL dan AL, yang kesemuanya masih duduk di bangku kelas IV pada sekolah dasar di Kelurahan Semampir. 

Menurut pengakuan salah satu siswa, pil tersebut diberikan oleh AL. RL mengaku, ia dan kelima temannya dipaksa oleh AL untuk mengkonsumsi pil dobel L itu. Bahkan jika tidak meminumnya mereka diancam akan dipukul. Serta diminta untuk tidak menceritakan kepada guru dan orang tua. Menurutnya, AL membawa pil berwarna putih itu sebanyak 30 butir ke sekolah. Ia diberi 2 butir dan disuruh langsung meminumnya. Sementara AB diberi 20 butir dan oleh AL diminta untuk meminum 5 butir sekaligus, sedangkan sisanya dibawa pulang. Dan yang lain ada yang diberi 2 butir seperti dirinya. 
Kejadian ini terungkap ketika AB yang pulang ke rumah terlihat seperti orang yang linglung. Apalagi sepatu yang dipakainya ditinggal di sekolah. Arwati, nenek AB sempat menanyakan dimana sepatu yang ia pakai, namun AB malah tidak menjawab dan kelihatan seperti orang kesurupan. Karenanya, Arwati kemudian pergi ke beberapa paranormal untuk menyembuhkan AB sebab khawatir benar-benar kesurupan, namun hal itu tidak mempan. Selama hampir semalam AB tetap tidak sadarkan diri, ia baru sadar ketika subuh tiba sekitar pukul 04.00 WIB. Saat setengah sadar, AB akhirnya mengaku kalau diberi pil oleh AL dan dicampurkan dengan minuman es. 
Kejadian ini dibenarkan oleh DT, kepala sekolah setempat dari ketujuh siswa tersebut menimba ilmu. Menurutnya, ketujuh siswa tersebut pada Senin lalu ketika jam pelajaran terakhir mereka tertidur di kelas. Oleh wali kelasnya, mereka dibangunkan dan ditanya mengapa tertidur. Mereka bertujuh menjawab kelelahan karena habis berolahraga. Wali kelas tersebut percaya saja saat itu, karena sebelumnya memang ada pelajaran olahraga. 
Namun, wali kelas tersebut mengatakan kepada anak didiknya perihal mereka tertidur di kelas tersebut tingkahnya tidak sama dengan sebelumnya. Sehingga, sekitar pukul 06.00 keesokan harinya sebelum jam masuk sekolah, semua guru stand by di sekolah. Mereka kemudian memeriksa semua tas sekolah siswa yang hadir, termasuk siswa yang ketiduran sebelumnya. Tak hanya memeriksa seluruh siswa, para guru juga meminta keterangan dari keenam siswa, sebab AB belum masuk. Mereka semuanya mengikui kalau mengkonsumsi pil tersebut, namun pilnya sudah tidak ada. Karena pil tersebut sudah dibuang ke tempat sampah di belakang sekolah. 
Menurut AL. Ia mendapat barang tersebut dari seseorang di desa sebelah dimana ia tinggal. Selain itu, pihak sekolah kemudian mengundang semua wali murid untuk mendiskusikan hal tersebut. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi terulangnya kejadian tersebut. Sebab, isu yang berkembang di sekitar sekolah sudah tidak kondusif. Untuk tindakan selanjutnya, pihak sekolah akan berkoordinasi dengan pihak berwajib terkait kejadian tersebut.

Catatan: 
Undang-Undang Narkotika mengenakan pidana berat bagi Pengedar Narkotika >> Download <<