Sabtu, 22 Februari 2014

Perampokan di Sindetlami, Besuk, Probolinggo


POLRES PROBOLINGGO NEWS – Sekawanan perampok Sabtu (22/2) dini hari kemarin menyatroni rumah Mahfud Nugroho, 50, seorang juragan kasur asal Desa Sindetlami Kecamatan Besuk Kabupaten Probolinggo. Selain menguras harta korban senilai sekitar Rp 50 Juta, sekawanan perampok juga sempat menyekap dan menganiaya korban. 
Rumah korban yang berada di Jalan Besuk Bagu Dusun Nangger RT 15 RW 5 itu disatroni sekawanan perampok sekitar pukul 24.00 WIB. Saat itu, Mahfud Nugroho sedang tidur bersama istrinya Torini, 45, di kamar. Keduanya tertidur pulas karena kecapekan seharian bekerja. 
Diduga sekawanan pelaku masuk dari pintu belakang rumah korban. Mereka masuk dengan cara mencongkel pintu memakai linggis. Dari empat kawanan pelaku, hanya tiga pelaku yan masuk ke rumah, satu pelaku lainnya berjaga di pintu belakang rumah korban. 
Berhasil masuk ke rumah korban, tiga perampok langsung menuju ke kamar tempat Mahfud dan Torini tidur. Saat dibangunkan oleh salah satu perampok, Mahfud sempat dipukul terlebih dahulu. Karena kondisi belum sadar akibat dibangunkan, Mahfud juga sempat ambruk. Kemudian ia diseret oleh pelaku ke bawah tempat tidur, begitu pula istrinya. Keduanya kemudian didudukkan di tempat yang berjauhan, namun masih di dalam kamar. Pelaku yang semuanya mengenakan topeng balaclava itu mendesak korban untuk menunjukkan tempat penyimpanan uang. Sepertinya pelaku tahu betul jika korban tengah memiliki uang banyak. Diketahui, sebulan sebelumnya, Mafhud sempat menjual sebuah mobil dan seminggu sebelumnya ia mendapatkan uang dari sewa tanah miliknya, total Rp 45 juta. 
Karena tak kunjung mengaku, pelaku kemudian mengikat korban dengan kawat. Meski tidak menunjukkan lokasi penyimpanan uangnya, Mahfud mempersilahkan pelaku untuk mengambil seluruh hartanya dan meminta untuk tidak menganiaya istrinya. Karena, saat itu ia sempat melihat istrinya diseret oleh pelaku. Torini juga sempat menangis ketakutan. Beberapa pelaku kemudian mengobok-obok harta korban. Akhirnya, komplotan pelaku menemukan uang di lemari pakaian. Setelah berhasil menggasak uang tersebut, rupanya pelaku tidak puas. Salah seorang pelaku kemudian masuk ke toko peracangan milik korban yang memang berada di rumah tersebut dan mengambil uang yang ada di situ sekitar Rp 3 juta dan menyisakan uang koin saja. Di toko terebut pelaku juga mengambil sejumlah slop rokok. Ternyata, pelaku juga masih tidak puas. Sesaat sebelum kabur, pelaku sempat mengambil anting-anting milik Torini. Perempuan yang masih syok itu juga mengaku diseret dan dipukul pelaku di kakinya hingga membekas memar. Ia mengaku tidak berani melawan karena diancam akan dibunuh. 
Setelah itu, pelaku kabur melalui pintu belakang. Diduga karena terburu-buru, pelaku lupa membawa linggis yang semula digunakan sebagai senjata. Begitu pelaku kabur, korban langsung berteriak minta tolong. Teriakan korban didengar warga sekitar. warga juga menghubungi Polsek Besuk terkait peristiwa ini. 
Kapolsek Besuk AKP Mahmud yang kemarin menggelar pemeriksaan mengatakan masih menyelidiki kasus perampokan ini. Olah TKP juga sudah dilakukan sekitar pukul 02.00 WIB setelah dilapori tentang peristiwa tersebut. Dari olah TKP itulah ditemukan linggis yang tertinggal di pintu belakang. Selain itu, anggota polsek juga meminta keterangan dari beberapa saksi.