Kamis, 06 Maret 2014

96 TPS Dinyatakan Rawan

Tata Cara Pemilu


POLRES PROBOLINGGO NEWS – Polres Probolinggo mulai memetakan tempat pemungutan suara (TPS) yang dinilai rawan dalam pemilu legislatif (pileg) pada 9 April 2014. Hasilnya, dari 1.996 TPS, sebanyak 96 TPS dinilai memiliki tingkat kerawanan letak geografis dan politik. 
Kapolres Probolinggo AKBP Endar Priantoro menyatakan bahwa tahapan persiapan pengamanan pileg 2014 sudah tuntas. Baik itu kesiapan segi personel maupun sistem pengamanan di lapangan. 
Selain mempersiapkan personel, Polres Probolinggo juga mengantisipasi terjadinya kericuhan dengan memetakan TPS rawan. Dari total 1.996 TPSyang tersebar di 21 kecamatan di wilayah Kabupaten Probolinggo, ditetapkan 96 TPS yang dianggap rawan. 
TPS rawan digolongkan menjadi tiga golongan:

  1. Rawan geografis, 
  2. Rawan bencana, dan 
  3. Rawan politik. 

Dalam pemetaan tersebut, rawan geografis dan bencana menjadi satu. Sebanyak 78 TPS dianggap rawan geografis / bencana dan 18 sisanya TPS rawan politik. 
Dikatakan TPS Rawan Geografis apabila lokasinya sulit dijangkau dan sering terjadi bencana. Seperti di Pakuniran yang sering menjadi langganan banjir. 
Sedangkan TPS Rawan Politik ada beberapa faktor; diantaranya, ditinjau dari faktor para caleg sendiri. Dimana banyak caleg yang bertempat tinggal di sekitar TPS itu. Sehingga dianggap dapat memicu kejadian yang tak diinginkan. TPS rawan politik dipetakan bukan karena lantaran faktor kerasnya atau kekuatan para caleg setempat. 
Mengatasi hal itu, beberapa langkah dan persiapan sistem pengamanan sudah dilakukan. Mulai dari kondisi serta mengkondisikan tokoh-tokoh masyarakat dan tokoh agama sekitar TPS. 
Pengamanan diberlakukan pembedaan antara TPS rawan dan tidak. Di TPS rawan, ditugaskan seorang personel Polri untuk memonitor 2 TPS dan ditambah 4 petugas linmas. Sedangkan TPS yang tidak rawan, seorang personel Polri mengawasi 5 sampai dengan 10 TPS dan dibantu penempatan 2 anggota linmas di tiap TPS.