Minggu, 09 Maret 2014

Demi Keluarga, Curi Bak Truk

POLRES PROBOLINGGO NEWS – Berdalih untuk membayar hutang dan memenuhi kebutuhan keluarga, Sofyan Sholeh, 50, nekat mencuri bak truk gandeng. Akibatnya, warga Desa Sumberpoh Kecamatan Banyuanyar Kabupaten Probolinggo itu harus berurusan dengan Polsek Pajarakan. Kini tersangka telah mendekam di sel Mapolsek Pajarakan. Ia pun dijerat dengan pasal 362 KUHP tentang Pencurian. Tersangka yang dibekuk pada hari Jumat (7/3) lalu itu, terancam dengan hukuman maksimal 5 tahun penjara. Kapolsek Pajarakan AKP Sugeng mengatakan, pencurian itu dilakukan tersangka pada 18 Februari 2014 lalu, di tepi jalan raya Pantura Pajarakan Kabupaten Probolinggo. Saat itu, tersangka mencuri bak truk gandeng milik Satori, 54, warga Desa Betek Kecamatan Krucil Kabupaten Probolinggo. Padahal, bak truk gandeng itu baru diparkir korban pada hari Kamis sebelumnya. Namun, keesokan harinya, bak truk gandeng bernopol S 8110 US yang biasa digunakan untuk bongkar muatan kayu sengon itu tiba-tiba lenyap. Ia memang sering menghentikan truknya di tepi jalan raya tersebut. Pasca bak truknya hilang, kroban tak langsung melapor ke polisi. Ia berusaha mencari sendiri dan baru melapor ke Polsek Pajarakan pada 1 Maret 2014. Pencurian itu terungkap setelah petugas mengetahui identitas sopir berinisial T yang disuruh Sofyan untuk menarik bak truk gandeng itu. Sofyan pun berhasil dibekuk di rumahnya. Namun, bak truk yang dicurinya telah dijual ke jagal truk di Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo. Tersangka sendiri mengambil gandeng itu dengan cara ditarik menggunakan truk engkel. Kemudian, menjualnya ke tukang jagal di Dringu dengan harga Rp 12 juta. Meski telah membantu Sofyan, sopir truk engkel berinisial T tak bisa dikatakan melanggar. Sebab, T tidak tahu truk yang ditariknya hasil curian. Kepada T, Sofyan mengaku telah membeli bak truk itu. Dan setelah itu, oleh Sofyan diberi upah Rp 500 ribu. Dari hasil pemeriksaan, Sofyan mengaku hanya sekali itu mencuri bak truk gandeng. Alasannya karena terhimpit ekonomi, dan uang Rp 12 juta yang diperoleh, ia gunakan untuk membayar hutang dan keperluan keluarganya.