Selasa, 18 Maret 2014

Ibu Tega Buang Bayi di Sungai

Rasa malu lantaran melahirkan bayi hasil selingkuhan, Suliha, 40, warga Desa Jangkang Kecamatan Tiris, membuatnya berbuat nekat. Ia membuang darah dagingnya sendiri ke sungai di Desa Tiris Kecamatan Tiris Kabupaten Probolinggo. 
Senin (10/3) lalu, penemuan mayat bayi yang didudga lahir saat usia kandungan masih 7 bulan itu menggegerkan warga Tiris. Tak sampai seminggu, kasus itu akhirnya terungkap. Jumat (14/3) lalu Polres Probolinggo berhasil membekuk Suliha yang ternyata merupakan ibu bayi nahas yang dibuang di sungai. 
Satuan Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Probolinggo telah membawa tersangka ke RSUD Waluyo Jati Kraksaan untuk divisum. Dari situ diketahui kalau Suliha mengalami pendarahan usai persalinan dan diminta untuk rawat inap di RSUD. Tersangka Suliha diduga hamil dengan seorang laki-laki selingkuhannya. Suami Suliha sendiri sudah sekitar 3,5 tahun ini bekerja di Malaysia. 
Lantaran malu, Suliha disebut berupaya memasuki 7 bulan ia melahirkan bayi di kamarnya sendiri tanpa bantuan petugas kesehatan. Bayi yang dilahirkan Suliha itu pun akhirnya tewas lantaran tak ditangani sesuai prosedur. Usai mengetahui bayinya tewas, Suliha yang hanya tinggal bersama anaknya yang berusia 7 tahun langsung membungkus mayat bayinya itu dengan kain selimut dan pergi ke sungai untuk membuang bayinya itu. Bayi yang dilahirkannya Minggu sore (9/3) ditemukan keesokan harinya oleh warga sekitar sungai Tiris. 
Atas perbuatan membunuh dan membuang bayi itu, tersangka Suliha diancam dengan pasal 341 KUHP sub 306 KUHP sub 308 KUHP tentang Pembunuhan Anak. Ancaman hukuman maksimalnya selama 9 tahun penjara. 
Dari hasil pemeriksaan awal, tersangka melakukan proses melahirkan tanpa bantuan orang lain. namun, akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut setelah tersangka menjalani rawat inap di RSUD. 
Sementara itu, tersangka Suliha saat ditemui di ruang melahirkan, mengakui telah membuang bayi hasil hubungan gelapnya dengan Ahmad, pria asal Tiris. Dirinya telah menjalani hubungan terlarang itu sekitar 10 bulan lamanya.