Jumat, 21 Maret 2014

Rem Blong, Truk Masuk Rumah

Sebuah truk tronton tangki masuk ke rumah warga di Dusun Darungan RT 13 RW 3 Desa Pajurangan Kecamatan Gending Kabupaten Probolinggo kemarin (20/3) sekitar pukul 12.30 WIB. Diduga sistem pengaman atau rem kendaraan dengan nopol W 8295 UB tersebut putus atau blong. Kecelakaan yang dialami oleh truk tersebut bukan kecelakaan tunggal, melainkan kecelakaan segitiga. Yakni antara truk tronton dengan truk gandeng yang bernopol N 9084 US serta sepeda motor bernopol L 6448 EJ. Meski begitu, kecelakaan tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Sedangkan kerugian materiil yakni pada kendaraan bermotor dan rumah warga yang rusak. Kecelakaan itu bermula ketika truk gandeng yang dikemudikan oleh Sanan, 55, warga Jalan Flamboyan Kademangan Kota Probolinggo, meluncur dari arah barat menuju timur. Ketika sampai di lokasi kejadian, Sanan memperlambat laju truk bermuatan gula itu, karena ada pengendara sepeda motor yang akan menyeberang. Tiba-tiba dari arah belakang muncul truk tronton tangki dari sisi kiri, melaju dengan kecepatan sedang. Kemudian truk tronton tangki warna hijau tersebut menabrak sepeda motor yang dikemudikan oleh Asmadi, 35, warga setempat. Untungnya, Asmadi sempat melompat dan melarikan diri ketika mengetahui ada truk yang nyelonong, sehingga nyawanya terselamatkan. Pengemudi truk tronton tangki, Den Hanurmarull, 47, warga Tlogo Sadang, Paciran Kota Lamongan itu mengatakan, truk gandeng yang berada di depannya terlihat membingungkan. Antara turun atau tetap di atas jalan. Sampai di TKP, ia menginjak pedal rem, namun tidak berfungsi. Akhirnya ia ambil lajur kiri sempadan jalan, karena jalur kanan kendaraan yang melintas cukup ramai. Setelah truk tronton tanpa muatan itu menyerempet truk gandeng warna cokelat biru ini. Tak hanya itu, truk yang sedianya akan mengangkut limbah PLTU itu, banting kanan dan masuk ke pekarangan rumah milik Suwarno. Dan baru berhenti setelah menabrak pondasi rumah tersebut. Ia membanting kemudi ke kanan akrena di depannya banyak kerumunan orang di warung. Ia berusaha untuk meminimalisir korban jiwa. Sementara itu, Faizah, 20, yang mengontrak rumah tersebut mengaku sangat terkejut. Ia yang saat itu tidur bersama Viki, putranya, mengira terjadi gempa bumi. Sehingga ia kemudian lari ke belakang rumah untuk menghindarinya. Truk tronton tangki tersebut, hingga pukul 18.00 WIB masih belum dievakuasi. Satlantas Polres Probolinggo mengalami kesulitan untuk menderek kendaraan besar tersebut. Karena mobil derek yang dimiliki kapasitasnya tidak mampu untuk menderek truk sebesar itu.