Selasa, 01 April 2014

Dituduh Mencuri, Dimintai Duit Rp 10 Juta

PROBOLINGGO – Ratusan warga Desa Karangbong Kecamatan Pajarakan Kabupaten Probolinggo, Minggu (30/3) malam lalu, mendatangi sebuah swalayan setempat. Pasalnya, warga menduga karyawan toko itu memeras seorang pembeli yang dituding mencuri. Tanggung-tanggung, si karyawan sampai minta duit Rp 10 juta. Alasannya, duit itu denda atas pencurian yang dilakukan terduga berinisial R, 43, warga Kelurahan Mayangan Kota Probolinggo. malam itu, R bersilaturahmi ke rumah keluarganya di Desa Karangbong. Sekitar pukul 20.00 WIB, ia berbelanja di swalayan setempat. Sambil menggendong anaknya yang berusia sekitar 2 tahun, R mencari barang yang akan dibeli. Tanpa sepengetahuan sang ibu, anaknya yang digendong memasukkan makanan ringan dan sebuah cokelat ke tas R. Ternyata, aksi ini diketahui salah seorang karyawan swalayan dan langsung menuduh R mencuri. Entah bagaimana, para karyawan toko itu menghakimi R. Mereka meminta duit denda Rp 10 juta. Karena tak membawa uang sebanyak itu, R membayar Rp 1,9 juta. Ia juga menitipkan Kartu Tanda Penduduk (KTP0-nya sebagai jaminan. Seusai menyerahkan uang Rp 1,9 juta, tertuduh pulang ke Mayangan. Ternyata kejadian itu diketahui saudara dan tetangganya di Karangbong. Karenanya, warga mendatangi toko tersebut karena tak terima dengan permintaan denda itu. Mengantisipasi terjadi kericuhan, petugas Polsek Pajarakan pun menggiring tertuduh ke Mapolsek Pajarakan. Beberapa personel turun untuk menenangkan warga yang berkumpul di depan toko itu. Karena sama-sama mengaku salah, akhirnya diputuskan untuk damai. Sedangkan uang Rp 1,9 juta dikembalikan lagi pada tertuduh. Adanya dugaan pencurian ini, dibenarkan salah seorang karyawan setempat. Sayang, karyawan yang tak mau disebutkan namanya itu enggan bercerita detail tentang kejadian tersebut. Kejadian ini juga dibenarkan oleh Kapolsek Pajarakan AKP Sugeng W. Namun, kejadian itu tak sampai masuk laporan polisi karena kedua belah pihak sepakat berdamai. Kedua pihak awalnya sempat mengancam saling melaporkan. Namun, akhirnya bisa diselesaikan secara damai.