Senin, 14 April 2014

Nagih Utang Tak Berhasil, Malah Ketipu

POLRES PROBOLINGGO NEWS – Sudah jatuh ketiban tangga. Mungkin inilah pepatah yang pas untuk Tumila, 40,w arga Desa Banjarsawah Kecamatan Tegalsiwalan Kabupaten Probolinggo. niatnya menagih hutang Rp 10 juta tak berhasil, malah ketipu Rp 6,5 juta. Penipuan itu bermula ketika Selasa (8/4) lalu, sekitar pukul 20.00 WIB, Tumila bersama suaminya pergi ke Ranuyoso Kabupaten Lumajang untuk menagih hutang pada Amin sebesar Rp 10 juta. Tapi, usaha itu tak berhasil, sehingga Tumila dan suaminya pulang dengan tangan hampa.
Sesampainya di rumah, korban kedatangan tamu tak dikenal yang mengaku bernama Eko, 30, warga Desa Tigasan Kulon Kecamatan Leces Kabupaten Probolinggo. Kepada korban, Eko mengaku bisa menagih hutang yang sulit dibayar. Syaratnya, korban harus membayar Rp 1 juta untuk biaya pergi ke rumah orang tua Amin di Jombang. Malam itu juga, Tumila bersama suami dan tersangka pergi ke Jombang menggunakan mobil sewaan.
Sampai di Mojokerto, tersangka membatalkan niatnya untuk ke Jombang dan kembali pulang. Alasannya, tersangka bisa mengembalikan duit korban yang dipinjam Amin dengan ritual. Sesampai di rumah korban, tersangka minta tambahan uang Rp 5,5 juta untuk keperluan ritual. Total, korban mengeluarkan uang sebesar Rp 6,5 juta.
Setelah mendapatkan uang tersebut, tersangka pergi dan berjanji akan kembali dalam waktu 2 jam kemudian. Ternyata, setelah ditunggu selama 2 jam, tersangka tidak kembali dan korban mulai curiga telah ditipu. Sadar sudah ditipu, keesokan harinya korban mencari keberadaan tersangka.
Akhirnya, sekitar pukul 19.00 WIB, korban bertemu tersangka di Jalan Raya Ranuyoso Kabupaten Lumajang. Mengetahui adanya korban, tersangka berusaha kabur. Korban pun meneriakinya maling. Sehingga warga pun berdatangan menangkap dan menghajar tersangka.
Tersangka oleh warga dibawa ke Polsek Ranuyoso. Kemudian dari Polsek Tegalsiwalan Polres Probolinggo menjemput tersangka untuk penyelidikan lebih lanjut. Dari hasil pemeriksaan sementara, tersangka telah menggunakan uang hasil menipu milik korban dan tersisa Rp 275.000 yang menjadi barang bukti. Uang korban Rp 1,7 juta digunakan untuk biaya sekolah anaknya dan sisanya untuk foya-foya.
Tersangka akan dijerat dengan pasal 372 KUHP tentang Penipuan dan atau Penggelapan.