Rabu, 25 Maret 2015

Kebakaran Pasar Maron Probolinggo, Kerugian Hingga Rp 1,8 Miliar

Sebuah mini market di Desa Maron Kecamatan Maron Kabupaten Probolinggo, sekitar pukul 01.00 WIB, ludes dilalap api, Selasa (24/3) kemarin. Kobaran api tidak hanya membakar isi mini market. Gudang dan rumah penduduk juga menjadi sasaran api. Peristiwa kebakaran ini membuat warga dan pemilik toko lain ketakutan. Sumber kebakaran diduga terjadi dari mini market milik Candra, 24, warga Desa Maron Kidul. Menurut keterangan warga, api mendadak berkobar dari ruang toko sejak pukul 01.00 WIB. Api langsung membakar habis barang-barang yang dijual. Kobaran api yang cukup hebat itu tidak mampu dijinakkan oleh warga dan pemilik toko pada saat detik-detik awal kebakaran.

Posisi mini market yang terbakar bersebelahan dengan ruko pasar Maron, membuat sejumlah pedagang lain was-was. Terlebih ketika ledakan petasan dan kembang api yang membumbung ke udara. Suasana bak malam tahun itu menjadi bagian dari peristiwa tersebut. Ketika kebakaran muncul, suara ledakan berulang kali dan kembang api terlontas ke atas toko. Warga yang berusaha menjinakkan kobaran api dengan alat seadanya agar api tidak merembet ke lokasi pasar Maron. Pemilik mini market Candra, 40, berusaha menyelamatkan barang berharga yang masih bisa dibawa dibantu warga setempat. Menurut pengakuan Candra sendiri, ia tidak tahu api berasal dari mana. Saat kejadian ia sedang tidur di belakang toko dan tiba-tiba mendengar suara ledakan bersamaan kobaran api.

Api mulai bisa dijinakkan ketika unit pemadam kebakaran pemkab Probolinggo beraksi. Tidak kurang dari dua jam, api yang meratakan bangunan toko berikut gudang dan rumah hunian korban akhirnya padam. Akibat kebakaran tersebut, kerugian ditaksir sekitar Rp 1,8 miliar