Senin, 30 Maret 2015

Kerap Lakukan Penipuan, Oknum LSM Ditangkap

Probolinggo - Bermula dari kasus kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di perbatasan Kabupaten Probolinggo dengan Kabupaten Situbondo, (23/3), yang melibatkan oknum LSM LPPNRI Syamsul Mu'arif, warga Kabupaten Kember. Atas kejadian tersebut, bukannya berhenti dan menolong korban yang ditabraknya. Syamsul yang saat itu mengendarai roda empat jenis station malah tancap gas melarikan diri. Laju kendaraan dari arah barat dapat dihadang oleh satuan anggota Satlantas Polres Situbondo yang sebelumnya telah dikontak oleh anggota Polres Probolinggo termasuk ciri-ciri kendaraan yang melarikan diri tersebut. Lagi-lagi niat petugas untuk menghentikan mobil ini harus kandas. Pasalnya bukan berhenti, malah Syamsul menambah kecepatan saat dihadang anggota Satlantas. Ironisnya hampir saja petugas ditabrak oleh kendaraan yang berjalan tak terkontrol.

Pelarian Syamsul Mu'arif baru dapat dihentikan di wilayah mendekati kota Situbondo dan sang pengemudi digelandang ke Mapolres Situbondo. Selang beberapa saat setelah melakukan koordinasi, akhrnya pelaku dibawa ke Polres Probolinggo. Dilihat dari track record pria paruh baya yang saat diinterogasi ditemukan ID Card Lembaga Swadaya masyarakat Lembaga Pemantau Penyelenggara Negara Republik Indonesia (LSM LPPNRI) atas nama pelaku (Syamsul Mu'arif) yang dalam kesehariannya terindikasi kerap melakukan tindak pidana yang salah satunya terkait kasus penipuan berkedok akan memasukkan korban sebagai PNS.

Menurut Bripka Eko Aprianto, SH., selaku penyidik Polres Probolinggo yang menangani kasus tabrak lari ini, dari hasil penyelidikan terungkap jika pelaku kerap melakukan tindakan melanggar hukum dengan berbagai modus yang intinya hanya mementingkan diri sendiri dan membuat korbannya tidak berdaya. Bahkan salah satu korban penipuan oknum LSM ini adalah mantan camat yang tertipu puluhan juta. Selain itu, penanganan atas pelaku terkait sepak terjangnya di masyarakat akan terus dikembangkan, mengingat ada indikasi korban lain yang merasa dirugikan oleh Syamsul.