Senin, 16 Maret 2015

Panjat Tembok, Tewas Kesetrum


Probolinggo - Muhammad Ridho Aminullah, 20, warga Desa Temenggungan Kecamatan Pajarakan Kabupaten Probolinggo, tewas tersengat listrik Jumat (13/3) kemarin. Ia tersengat listrik saat memanjat tembok milik Abdullah, warga Desa Ketompen. Saat di rumah sakit, korban diketahui sudah meninggal. Diduga korban sudah meninggal saat dalam perjalanan. Dari keterangan sejumlah warga, korban tersengat listrik saat memanjat tembok. Kemudian ia jatuh terjerembab. Saat dilakukan olah TKP oleh Polsek Pajarakan, didapati jejak kaki seseorang yang memanjat rumah Abdullah. Usai mendapati laporan ada orang tewas kesetrum, polsek Pajarakan langsung melakukan pemeriksaan pada Hasan, 18, rekan korban. Dari penuturan Hasan, diketahui jika korban, dirinya dan satu temannya yang lain pergi bertiga untuk membeli rokok sebelumnya. Sampai di TKP, Ridho mengaku akan mengambil buah nangka yang ada di kebun di luar rumah Abdullah.

Saat itu, kedua teman Ridho disuruh untuk menunggu di mushola sekitar 100 meter dari TKP. Beberapa saat kemudian, Hasan mendengar suara Ridho yang meminta tolong. Hasan dan seorang temannya lagi langsung berlarike sumber suara. Saat itu, Hasan sudah melihat Ridho terkapar di semak-semak. Akhirnya, karena saat itu ketiganya tidak menggunakan kendaraan, Hasan mengambil motorterlebih dahulu di rumahnya. Ia kemudian mengantarkan Ridho ke rumah sakit. Namun, upaya penyelamatan itu sia-sia. Sebab, sesampainya di rumah sakit, Ridho ternyata sudah tewas dengan kondisi badan membiru. Di pinggang korban juga terlihat bekas luka goresan. Beberapa saksi sudah dimintai keterangan oleh petugas. Mulai dari pemilik rumah, serta teman-teman korban yang malam itu bersama-sama. Menurut pengakuan Hasan, korban saat itu berniat mengambil buah nangka. Hanya saja keterangan tersebut masih diragukan oleh petugas. Sebab, nangka yang berada di sekitar TKP tidak ada yang berbuah.