Rabu, 25 Maret 2015

PAYUNG HUKUM POLWAN BERJILBAB TELAH DISAHKAN

Peraturan tentang polwan muslim yang ingin menggunakan hijab, kini telah dikeluarkan Keputusan Kapolri yang mengatur tentang seragam Polwan berhijab yang disahkan dengan Keputusan Kapolri Nomor : 245/III/2015, tanggal 25 maret 2015 tentang Perubahan Atas Sebagian Isi Surat Keputusan Kepala Kepolisian Negara RI No. Pol. : SKEP/702/IX/2005 tanggal 30 September 2005 tentang Sebutan Penggunaan pakaian dinas seragam Polri dan PNS Polri.

Isi gubahan :
I.
a) Pengguna
Polwan Polda Aceh tetap menggunakan jilbab dan bagi Polwan Muslimah lainnya yang berkeinginan memakai jilbab dapat menggunakan jilbab sesuai ketentuan yang berlaku.

b) Tutup kepala :
  1) Jilbab model tunggal polis atau tanpa emblem
  2) Jilbab warna coklat tua polisi digunakan pada pakaian dinas warna coklat dan PDL II loreng brimob
  3) Jilbab warna abu-abu digunakan pada pakaian dinas musik gabungan
  4) Jilbab warna hitam polos digunakan pada pakaian dinas selain angka 2 dan 3
  5) Jilbab pada pakaian olahraga disesuaikan dengan warna celana training
  6) Bagi staf reskrim, intelkam dan paminal untuk warna jilbab disesuaikan dengan warna celana

c) Tutup badan
Polwan berjilbab menggunakan celana panjang.

d) Tutup kaki
Bagi polwan berjilbab wajib menggunakan :
  1) Sepatu dinas ankleboots warna hitam dengan kaos kaki warna hitam digunakan pada PD polwan
 2) Sepatu dinas ankleboots warna putih dengan kaos kaki warna putih digunakan pada PD musik gabungan
  3) Sepatu dinas lapangan warna hitam dengan kaos kaki hitam digunakan PDP Danup-I, PDL-II Loreng Brimob, PDL-II Hitam Brimob, PD CRT dan PD Misi PBB
  4) Sepatu dinas tunggang digunakan pada PDL-II Patwal Roda Dua dan PD Joki
  5) Sepatu dinas safety shoes digunakan pada PD Nautika dan PD Teknika.