Rabu, 13 Mei 2015

TIPS MENGHINDARI TILANG

Probolinggo, 13 Mei 2015 - Sebelumnya, kami akan menjelaskan dulu apa itu Tilang. Tilang adalah bukti pelanggaran, di mana berkas tilang itu ada 5 rangkap :
1. MERAH      : diberikan pada pelanggar yang tidak kooperatif dengan petugas dan tidak mengaku salah, diselesaikan dengan sidang di pengadilan.
2. BIRU         : diberikan pada pelanggar yang kooperatif dengan petugas mengaku salah, berlaku denda maksimal, denda disetorkan melalui Bank yang ditunjuk.
3. HIJAU           : untuk pengadilan.
4. PUTIH           : untuk kejaksaan.
5. KUNING       : untuk arsip POLRI.

Tilang menggunakan sistem BAP singkat dan bersifat verztek (pelanggar dapat diwakilkan pada saat sidang) jadi tidak ada hubungannya dengan slip merah atau biru, dua-duanya dapat diwakilkan.

Untuk denda-denda yang ada di daftar tilang adalah denda maksimal yang harus dibayarkan jika pelanggar tidak hadir sidang, denda itu bisa berkurang jika anda sendiri datang pada sidang dan bicara langsung dengan hakim.

Saat ini menurut Undang-undang, Polri tidak dapat menerima titipan denda, adapun jika Anda minta diwakilkan pada sidang, Anda harus menyetor langsung ke Negara via Bank, seterusnya bukti setor tadi yang harus diserahkan ke Polri untuk dibawa ke sidang.
Namun ada beberapa daerah yang belum melaksanakan karena berbagai faktor. Salah satu contohnya karena belum ada Bank yang siap untuk pelaksanaan administrasinya. Seperti …di Kabupaten Probolinggo, hal ini akibat otonomi daerah, …jadi tiap daerah tidak merata kesiapannya.




Siapa Bilang Sulit Mengurus Surat Tilang ???

PROSEDUR PERKARA PELANGGARAN LALULINTAS (TILANG)
1. Pelanggar mendaftar ke meja satu untuk menyerahkan bukti pelanggaran (lembar merah) ke petugas (pegawai pengadilan).
2. Pelanggar akan mendapatkan nomor antrian.
3. Pelanggar menunggu panggilan untuk sidang.
4. Pelanggar akan dipanggil untuk mengikuti sidang oleh majelis Hakim.
5. Pelanggar membayar denda tilang sesuai dengan putusan hakim, ke petugas resmi (pegawai Kejaksaan Negeri).
6. Pelanggar menerima bukti pelanggaran (SIM/STNK).
7. Apabila pelanggar tidak hadir dalam persidangan, maka akan diputus verstek, dan pelanggar dapat mengambil barang bukti pelanggaran di Kejaksaan Negeri Kraksaan Jl. Panglima Sudirman No. 43 Kraksaan Telp: (0335) 841165 / 841091
Jika pengendara tidak menerima dakwaan, ia bisa mengajukan bukti penguat ketidaksalahannya. Kalau ini yang dipilih, prosesnya tentu akan lebih lama lagi. Sebab, pengadilan juga akan menguji bukti yang diajukan. Prosesnya tidak bisa sekali jalan. Sidang bakal kembali dilanjutkan. Setelah proses di pengadilan tingkat I (Negeri) tetap gagal. Dan pengendara tetap ngotot tidak menerima kesalahan, maka bisa mengajukan banding ke pengadilan lebih tinggi (Pengadilan Tinggi). Konsekuensinya, memakan waktu dan biaya lebih lagi. Pilihan menerima atau menolak keputusan tergantung.

SLIP TILANG MERAH MAUPUN BIRU UANG DENDANYA SAMA2 MASUK KE PENDAPATAN NEGARA. DASAR HUKUMNYA?

Pasal 267 UU No 22 Tahun 2009
1. Setiap pelanggaran di bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang diperiksa menurut acara pemeriksaan cepat dapat dikenai pidana denda berdasarkan penetapan pengadilan.
2. Acara pemeriksaan cepat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilaksanakan tanpa kehadiran pelanggar. (3) Pelanggar yang tidak dapat hadir sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dapat menitipkan denda kepada bank yang ditunjuk oleh Pemerintah.
3. Jumlah denda yang dititipkan kepada bank sebagaimana dimaksud pada ayat (3) sebesar denda maksimal yang dikenakan untuk setiap pelanggaran Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
4. Bukti penitipan uang denda wajib dilampirkan dalam berkas bukti pelanggaran.

GIMANA KALO TERLANJUR DAPAT SLIP TILANG BIRU TAPI GA MAMPU BAYAR DENDA MAKSIMAL?

Setelah mendapat slip tilang biru, segera bayar ke bank yang ditunjuk untuk menyetorkan dendanya (sejumlah denda maksimal)
Ambil barang bukti yang disita ke Kesatuan yang menilang, dengan menunjukkan slip tilang biru dan bukti setoran ke bank.
Pada hari yang ditunjuk untuk sidang, silahkan mengikuti sidang di pengadilan yang ditunjuk.
Minta kwitansi dari Pengadilan sejumlah denda yang dijatuhkan di Pengadilan
Keesokan harinya datang ke Kantor Kejaksaan di wilayah anda kena tilang dan minta surat pengantar meminta kelebihan uang di Bank (mau langsung datang ke Kejaksaan untuk minta surat pengantar juga boleh, tapi besoknya setelah tanggal sidang)
Datang ke bank lagi untuk mengambil kembali uang kelebihan denda tilang tersebut (siapkan materai 6000/3000).

DASAR HUKUMNYA?

Pasal 268 UU No 22/Tahun 2009
Dalam hal putusan pengadilan menetapkan pidana denda lebih kecil daripada uang denda yang dititipkan, sisa uang denda harus diberitahukan kepada pelanggar untuk diambil.
Sisa uang denda sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang tidak diambil dalam waktu 1 (satu) tahun sejak penetapan putusan pengadilan disetorkan ke kas negara.

JADI, SUPAYA TIDAK KENA TILANG, PATUHI RAMBU-RAMBU LALULINTAS, GUNAKAN PERLENGKAPAN, DAN JANGAN LUPA BAWA SIM DAN STNK. ^^