Senin, 22 Juni 2015

KETENTUAN BUNGA API DAN PETASAN/MERCON

Maraknya peredaran bunga api dan petasan/mercon terutama pada saat bulan ramadhan ataupun saat tahun baru tiba, kadangkala membuat para pedagang bingung dengan ilegalitas benda tersebut agar tidak melanggar aturan yang berlaku. Apalagi membunyikan petasan/mercon, sudah menjadi tradisi di masyarakat meskipun sudah menimbulkan banyak korban. Berikut kami sampaikan dasar dan ketentuan bunga api yang bisa beredar dan dilarang.

Dasar :
1. UU Bunga Api Tahun 1932.
2. UU No. 2 Tahun 2002 pasal 15 ayat 2 huruf e.
3. Perkap No. 2 th 2008 tentang pengawasan dan pengendalian serta pengamanan bahan peledak komersial.
4. STR Kabaintelkam No. STR/183/VI/2013 tanggal 21 Juni 2013 tentang pengawasan pengendalian & pengamanan terhadap penggunaan serta peredaran bunga api di kewilayahan.

Aturan yang berhubungan dengan bunga api & petasan/m
ercon diatur dalam UU bunga api th 1932 & Perkap No. 2 th 2008 untuk membedakan bunga api yang diizinkan dan dilarang adalah :
1. Bunga api yang telah memiliki izin produksi/import dari Baintelkam Mabes Polri dengan ukuran kurang dari 2 inci, tidak memerlukan izin pembelian dan penggunaannya sehingga dapat diperjual belikan kepada masyarakat. Sedangkan yang berukuran 2 s/d 8 inci harus ada izin pembelian dan penggunaan yang diterbitkan oleh Mabes Polri (Baintelkam) untuk kepentingan pertunjukan (show).

2. Bunga api yang telah memiliki izin dari Baintelkam Mabes Polri agar tetap diawasi dalam peredarannya dan tidak perlu dilakukan tindakan penyitaan/pemusnahan karena sudah sesuai dengan ketentuan.

3. Bunga api ilegal yang tidak mempunyai izin dari Baintelkam Mabes Polri dan petasan/mercon baik ukuran besar maupun kecil dilarang untuk diperjual belikan dan dipergunakan/dinyalakan, apabila ditemukan dapat dilakukan penindakan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

4. Pedomani UU Bunga Api dan PP-nya serta UU Darurat 12 th 1951 serta pasal 10 Perkap No. 2 th 2008.