Senin, 22 Juni 2015

SATLANTAS POLRES PROBOLINGGO BAKAL TINDAK TEGAS KNALPOT BRONG

Contoh Knalpot Brong yang ditangkap dan akan dimusnahkan 
Probolinggo, 22 Juni 2015Karena pengaduan dari masyarakat cukup banyak berkaitan dengan knalpot motor brong yang sangat mengganggu ketenangan, maka kami menggiatkan Pasal 285 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan sebagai prioritas dalam setiap kegiatan razia. Pasal tersebut menjelaskan bahwa pengendara motor yang membawa kendaraan bermotor yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan (di antaranya knalpot) akan ditindak.

Lengkapnya, pasal tersebut berbunyi : "Setiap orang yang mengemudikan Sepeda Motor di Jalan yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan yang meliputi kaca spion, klakson, lampu utama, lampu rem, lampu penunjuk arah, alat pemantul cahaya, alat pengukur kecepatan, knalpot, dan kedalaman alur ban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (3) juncto Pasal 48 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah)."
Kanit Dikyasa IPTU Sudarsono beserta anggotanya
dalam sesi sosialisasi radio Prosa FM

"Kata kuncinya adalah tidak memenuhi persyaratan teknis. Dan yang membuat persyaratan tersebut adalah Kementrian Perhubungan." jelas Kanit Dikyasa Polres Probolinggo IPTU Sudarsono di sela-sela sosialisasinya pagi ini (22/6) di Radio Prosa FM.

Sebelum Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) memasarkan produknya di Indonesia, mereka akan mengajukan izin dulu ke Kementerian Perhubungan untuk dicek syarat teknis dan kelaikan jalan yang berlaku di Indonesia. Jika lolos, maka kendaraan tersebut bisa dipasarkan di Indonesia.

Dasar kita menertibkan wilayah hukum Polres Probolinggo ini dari knalpot brong bukan menggunakan dasar satuan keras suara, namun yang dicari adalah knalpot yang TIDAK STANDAR.

"Sebetulnya tujuan utama kami awalnya adalah knalpot yang berisik, namun untuk keseragaman akhirnya kami akan menindak/menilang semua jenis knalpot yang TIDAK STANDAR. Yaitu knalpot yang dijual di toko-toko variasi dan belum memiliki surat lulus uji persyaratan teknis dari Dinas Perhubungan." lanjut Kanit Dikyasa.

"Bagaimana dengan knalpot racing jika yang digunakan adalah knalpot standar pabrik? Termasuk barangkali Moge?" tanya Rara Wahyu Penyiar Radio Prosa FM dalam acaranya.

"Berdasarkan pengamatan kami, knalpot sepeda motor yang dibuat racing adalah knalpot yang dibuat lebih besar daripada knalpot standar, memiliki bentuk aneh, dan suara yang lebih bergemuruh. Memang dari bentuk dan suaranya tersebut knalpot ini akan mampu meningkatkan tenaga mesin dan menambah tarikan makin kencang. Namun dari situ dapat kita ketahui bahwa knalpot racing bukanlah knalpot standar sesuai yang ditentukan oleh Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Jadi, baik Moge atau Mobil sekalipun jika tidak sesuai dengan standar pabrikan seperti yang saya jelaskan di atas maka tetap akan kami tindak." Pungkasnya.