Senin, 31 Agustus 2015

4 Pelaku Pembunuhan Seorang Buruh Tani Akhirnya Terungkap

Probolinggo - Kasus mayat korban pembunuhan yang ditemukan di lokasi wisata arung jeram Kali Pekalen akhirnya terungkap. Tidak sampai 24 jam setelah identitas korban diketahui, anggota Satreskrim Polres Probolinggo berhasil membekuk tersangka pembunuh Hadi Solihin (50). Pria asal Desa Pohsangit Tengah, Kecamatan Wonomerto, itu dihabisi empat orang. Kemudian, mayatnya dibuang di Kali Pekalen, perbatasan Desa Racek, Kecamatan Tiris, dan Desa Brabe, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo. Polisi menangkap dua diantara empat pelaku pada Jumat malam lalu (28/8). Dua pelaku lain akhirnya menyerahkan diri ke Polres Probolinggo. Dua tersangka yang dibekuk polisi berinisial AK (40), dan SL (45). Keduanya warga Desa Racek, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo. AK menjadi otak dan eksekutor pembunuhan. Sementara itu, SL merupakan teman AK yang juga berperan sebagai eksekutor. Keduanya ditangkap di tempat terpisah. Tetapi, polisi membekuk mereka saat sama-sama berada di tengah jalan. Keduanya diduga berusaha melarikan diri. Kasatreskrim Polres Probolinggo AKP Roy A. Prawirosastro membenarkan soal penangkapan dua pelaku tersebut. Dia menyatakan upaya perburuan tim buru sergap (buser) dan reserse kriminal yang diterjunkan di lapangan akhirnya membuahkan hasil.

"Alhamdulillah, belum sampai 24 jam (setelah identitas korban terungkap) kami mengantongi identitas para pelaku dan berhasil melakukan penangkapan. Dan dua tersangka lainnya sudah menyerahkan diri," ungkap Roy.
Berdasar hasil pemeriksaan sementara yang dilakukan penyidik, korban dibantai oleh empat pelaku di tepi jalan dekat rumah tersangka AK di Desa Racek. Hasil penyidikan smeentara itu juga sesuai dengan keterangan keluarga korban. Sebelumnya, keluarga korban menyebut Hadi Solihin keluar rumah pada Minggu sore (23/8) Aksi pembunuhan tersebut diperkirakan dilakukan pada Minggu malam sekitar pukul 22.00 Wib. Saat itu, lokasi pembunuhan yang tidak jauh dari rumah AK sepi dan gelap. Alhasil, aksi pembunuhan itu tidak sampai diketahui warga. Setelah mengeroyok dan membunuh korban, para tersangka membuatng mayat korban ke Kali Pekalen. Korban dihabisi secara tragis. Terdapat 18 luka bacokan di sekujur tubuhnya. Sebelum mayat dibuang, korban diikat dan dimasukkan karung yang diberi pemberat. Korban lantas dibuang ke sungai dari tebing. Motor korban juga dibuang di sungai. Mayat korban ditemukan pada Senin siang (24/8) oleh team guide salah satu operator rafting di Kali Pekalen. Saat mayat ditemukan sekitar pukul 11.00 Wib, tidak ada identitas pada diri korban. Meski ditemukan motor Honda Megapro yang diduga milik korban di lokasi, polisi tetap kesulitan melacak. Sebab, nomor polisi (nopol) tersebut diduga palsu.

Identitas korban baru diketahui Kamis lalu (27/8) ketika keluarga korban mendatangi RSUD Waluyo Jati Kraksaan. Keluarga Hadi curiga karena korban tidak kunjung pulang sejak Minggu lalu (23/8). APalagi, sebelumnya keluarga korban sempat membaca berita penemuan sesosok mayat di Kali Pekalen. Ciri-ciri mayat tersebut sama dengan korban yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani itu. Setelah identitas korban terkuak, polisi lantas mengembangkan penyelidikan. Akhirnya, polisi mengetahui latar belakang korban dan mengantongi sejumlah nama yang dicurigai sebagai pelaku pembunuhan. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, pembunuhan itu diduga berlatar belakang dendam dan masalah asmara. AK merasa sakit hati karena selama ini korban diduga kuat menjalin hubungan terlarang dan berselingkuh dengan AS, istri AK. Perselingkuhan itu sudah berlangsung sekitar setahun dan diketahui tersangka AK. Namun tersangka AK awalnya tidak berani berbuat apa-apa. Sebab, korban Hadi kerap bersikap keras dan memukul tersangka maupun istrinya. Saat malam kejadian, korban kembali menghubungi istri AK. Dia meminta bertemu di dekat rumah tersangka. Mengetahui kabar itu, emosi AK langsung memuncak. Dia pun meminta istrinya tidak pergi menemui korban. AK lantas berinisiatif untuk menemui Hadi dengan mengajak ketiga temannya. Ketika mereka bertemu itulah, AK dan tiga temannya langsung menghabisi korban. Tersangka AK sakit hati karena korban diduga mengganggu istrinya. Sebelumnya, AK tidak berani melawan karena korban sering mengancam membunuh tersangka AK.