Rabu, 05 Agustus 2015

Polres Probolinggo Tangkap 2 Mantan Kades Terkait Dugaan Korupsi

Probolinggo - Mantan Kepala Desa Keramat Agung, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo, Bukacong, 47, ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi. Polres Probolinggo juga menetapkan Syaiful Bahri, 52, mantan Kades Opo-opo, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo, terlibat penggelapan Alokasi Dana Desa (ADD). Wakapolres Probolinggo Kompol Sujiono mengungkapkan, mantan Kades Bukacong, ditetapkan sebagai tersangka korupsi. Modus yang dilakukan yakni mengambil jatah peneriman  beras untuk rumah tangga miskin (raskin).

“Tersangka ini menggelapkan raskin untuk kepentingan pribadi. Tidak semua raskin disalurkan kepada warga yang berhak. Dari hasil penyidikan terungkap kerugian negara sebesar Rp 1,172 milyar. Sekarang masih dalam proses penyidikan lebih lanjut,”  ungkap wakapolres dalam pers release kemarin, Selasa (4/8).

Tersangka Bukacong ditahan sejak Senin, (3/8) lalu, setelah penyidik Polres Probolinggo memeriksa beberapa saksi dan mengamankan barang bukti. Polisi menyita beras raskin, tanda terima pembayaran sejak 2013 hingga 2014, daftar penerima RTSM dan daftar kartu keluarga.

“Tim penyidik  meyakini ada penyimpangan raskin setelah melakukan penyelidikan dan pemeriksaan saksi, mantan kades Keramat Agung sebagai tersangka,” tegas Kompol Sujiono.


Sedikitnya 650 orang penerima beras raskin tidak diberikan haknya. Beras bersubsidi itu dijual oleh tersangka dan uangnya digunakan secara pribadi. Tersangka dikenakan pasal 2 sub pasal 3 UU nomor 31 tahun 1999 jo UU nomor 20 tahun 2002. Sebelumnya penyidik meminta Audit KN ke BPK untuk menetapkan tersangka tersebut.

Selain itu, petugas juga menangkap tersangka korupsi lain yang juga berstatus sebagai mantan Kades. Syaiful Bahri, 52, mantan kades Opo-opo, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo, ditahan gara-gara korupsi Alokasi Dana Desa (ADD) sebesar Rp 162 juta. Dana itu berasal dari ADD tahun 2010 hingga 2014. Tersangka ditangkap bersamaan dengan tersangka Bukacong yang diketahui menggelapkan raskin.

“Syaiful Bahri kita tetapkan sebagai tersangka setelah alat bukti mencukupi. Modusnya menggunakan dana ADD yang tidak sesuai tata kelola keuangan dan peruntukan. Kini masih dalam pemeriksaan penyidik untuk diperdalam,” kata wakapolres.

Kini kedua tersangka kasus korupsi meringkuk di ruang tahanan mapolres Probolinggo untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.