Kamis, 10 September 2015

Mahasiswa Tewas Tetimpa Reruntuhan Batu di Air Terjun Madakaripura

Probolinggo - Sebanyak enam orang mahasiswa Universitas Wijaya Kusuma (UWK) Surabaya, bernasib sial karena kejatuhan batu saat selfie di wisata air terjun Madakaripura, Desa Negororejo, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, Kamis (10/9) siang. Dari keenam orang korban, seorang diantaranya bernama Reza Gilang Bastian (21), asal Desa Mlokorejo, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, tewas di tempat kejadian perkara (TKP). Ia tertimpa batu sebesar kepalan tangan orang dewasa dari atas tebing dengan ketinggian sekitar 150 meter.

“Kelima rekannya yang lain hanya mengalami luka-luka karena terkena semburatan kerikilnya. Korban Reza, langsung dilarikan ke RSU Tongas Probolinggo, sementara yang lainnya ditangani tenaga medis setempat,” ujar Kapolsek Lumbang AKP Mustadji.

Menurut keterangan Solikin, petugas retribusi wisata Madakaripura, jatuhnya batu dan kerikil dari puncak air terjun diduga keras akibat terpaan angin kencang yang terjadi mulai pukul 10.00 WIB sampai dengan pukul 15.00 WIB. Mereka berenam adalah rombongan mahasiswa yang sengaja berangkat dari kampus UWK Surabaya dengan menggunakan mobil Toyota Avanza nopol L-1847-ZI. Solikin belum bisa memberikan keterangan apakah pengunjung air terjun Madakaripura yang mengalami kecelakaan itu mendapatkan santunan dari pengelola pariwisata ataukah dari pihak asuransi.

Masih menurut pengalaman Solikin, jatuhnya batu di puncak tebing itu amat sangat jarang terjadi pada musim kemarau. Sebab, justru ketika hujan turun dengan lebat, ada bagian tertentu tebing yang ditengarai rawan longsor. Pengunjung Madakaripura lainnya juga membenarkan, peristiwa naas itu terjadi diduga akibat kerasnya terpaan angin di bagian atas air terjun hingga merontokkan bebatuan berjatuhan ke kolam. Kejadian yang menimpa Reza dikemukakan para saksi mata sebagai murni kecelakaan. Namun petugas masih melakukan olah TKP, dan memeriksa kondisi petugas tebing yang membuat batu di puncak tebing rontok. Kemungkinan batu itu jatuh karena diterpa angin keras, karena di beberapa daerah pada jam-jam itu juga dilanda angin kencang, termasuk di daerah tetangga, masuk wilayah Kabupaten Pasuruan.