Jumat, 30 Oktober 2015

Dua Bocah Ditemukan Tewas Tenggelam Di Sungai


Probolinggo - Mungkin ini menjadi pelajaran berharga bagi orang tua untuk mengawasi setiap buah hatinya. Di Desa Pajurangan, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, dua bocah yang berusia sekitar 9 tahun harus meregang nyawa setelah tenggelam di sebuah sungai saat sedang mandi, Jumat (30/10) sore. Suasana duka menyelimuti kediaman keluarga Ansori/Sumarni dan Yusuf/Yani, dua pasang suami istri, warga Dusun Mudinan 2, Desa Pajurangan, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo. Betapa tidak, buah hatinya, yakni Anis (9) dan Taufik (10) ditemukan tewas tenggelam saat mereka mandi di Sungai Banyu Biru. Nenek Anis tak henti-hentinya menangis sambil merangkul korban yang sudah dalam keadaan terbujur kaku. Kabar meninggalnya dua bocah saat mandi, membuat rumah duka banyak didatangi warga. Keluarga Taufik juga tak kalah terpukulnya. Pasalnya, anak kedua pasangan suami istri Yusuf dan Ani ini justru meninggal dengan cara yang tragis. Sebelumnya, tanpa pengawasan orang tua, kedua korban yang masih ada hubungan saudara sepupu ini, sedang asyik bermain dan mandi di Sungai banyu Biru yang terkenal dalam dan arusnya yang deras. Tanpa disadari, saat berenang, tubuh mereka terbawa arus dan akhirnya keduanya panik dan beberapa saat kemudian tenggelam. Tenggelamnya dua bocah tersebut sempat dilihat warga, namun sayangnya nyawa keduanya tak terselamatkan. Menurut warga yang menemukan, yang pertama kali ditemukan adalah korban Taufik. Selang beberapa jam kemudian korban Anis ditemukan sekitar 50 meter dari tempat keduanya mandi.

"Dia saya temukan di kedalaman sekitar 5 meter dari permukaan sungai. Waktu itu, saya pegang kaosnya dan langsung saya angkat,: tutur salah satu warga Sanusi Riyanto.
Kanitreskrim Polsek Gending Aiptu Syamsul Arifin, mengatakan, kasus tersebut dalam proses penyelidikan Polsek Gending. Dugaan sementara, kedua bocah itu tewas tenggelam karena tidak bisa berenang.

Kades Pajurangan Agus Sunaryo, mengaku jika sungai yang alirannya deras itu cukup rawan

"Saya harap ini suatu pelajaran, agar para orang tua harus lebih memperhatikan putra-putrinya ketika keluar rumah," pinta Agus SUnaryo.