Jumat, 23 Oktober 2015

Pers Release Kasus Narkotika

Probolinggo - Dua orang pengedar narkotika jenis sabu, dibekuk Satreskoba Polres Probolinggo di lokasi berbeda. Keduanya  bernama Ahmad Fauzan (26) dan Mussappa (38), pertama ditangkap adalah Ahmad  Fauzan, warga Desa Bulu, Kraksaan, kurir sekaligus pemakai SS. Dia ditangkap di tepi jalan Dusun Kapasan, Desa Pajarakan Kulon, Pajarakan, saat hendak mengantar pesanan SS. Kemudian, Mussappa, warga Desa Tanjung Kecamatan Paiton, pengedar sekaligus pemakai SS. Dia dibekuk di rumahnya sekitar pukul 13.00. Begitu ditangkap, Fauzan (panggilannya) langsung digelandang ke mapolres untuk  penyelidikan lebih lanjut.

”Saat ditangkap, dia membawa satu poket sabu-sabu seberat 0,22 gram. Setelah dikembangkan, kami amankan satu buah pipet dan satu pak sedotan warna putih yang digunakan tersangka Fauzan mengonsumsi sabu-sabu,” terang  Kapolres Probolinggo AKBP Iwan Setyawan didampingi Kasat Reskoba AKP Herly Sanjaya di mapolres.

Tersangka Mussappa digerebek di rumahnya dan ditemukan 0,51 gram SS dan 2  buah plastik klip bekas bungkus SS di kamar tersangka. Kini polisi  tengah memburu penyedia sabu-sabu yang memasok pada tersangka Mussappa. Kedua tersangka akan dijerat  pasal 114 sub 112 Undang-Undang  (UU) RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. Tersangka Fauzan mengaku  hanya disuruh mengantar  pesanan SS. Biasanya, dia mendapat upah Rp 20.000. Selain itu, dia mendapat bagian sedikit SS  untuk dipakai sendiri. ”Baru tiga  bulan ini. Paling hanya empat kali saya antar gituan,” terangnya. 

Sedangkan, tersangka Mussappa mengaku mendapat uang Rp 50.000 dari S untuk tiap penjualan satu poket SS seharga Rp 400.000.  Terkadang, dirinya juga diberi jatah SS untuk dipakai sendiri. ”Kadang dipakai sendiri juga,” tuturnya.