Minggu, 25 Oktober 2015

Saling Bacok Karena Cemburu, Satu Tewas

Probolinggo - Warga Dusun Cabean, Desa Wringin Anom, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Probolinggo, Minggu malam (25/10) geger. Itu, setelah dua warga setempat terlibat carok hingga membuat satu orang tewas dan satu lainnya luka parah. Korban tewas itu diketahui bernama Marsam alias Darmila (55) warga Dusun Cabean, Desa Wringin Anom, Kecamatan Kuripan. Ia meregang nyawa usai mengalami sejumlah luka bacok di beberapa bagian tubuhnya. Sempat dilarikan ke UGD RSUD Dr. Moh. Saleh, namun nyawanya tak tertolong. Sementara, korban luka parah adalah Hasyim (45) yang masih satu dusun dengan korban. Sampai kemarin, ia masih dirawat di RSUD Dr. Moh Saleh karena juga mengalami sejumlah luka bacok. Diduga, motif carok itu berlatar belakang asmara. Diduga Marsam terbakar cemburu saat melihat istri mudanya, Deki (40), warga Dusun Pusung Lor, Desa Wringinanom, Kecamatan Kuripan.

Minggu malam itu, ia mengajak Deki keluar jalan-jalan selepas maghrib. Keduanya bertemu di Dusun Cabean, Desa Wringinanom, Kecamatan Kuripan. Hasyim datang terlebih dahulu ke lokasi. Tak lama kemudian, Deki juga tiba di lokasi. Mereka sempat mengobrol selama satu setengah jam. Rupanya, pertemua keduanya terdengar oleh Marsam alias Darmila. Kontan saja, marsam pun langsung mendamprat Hasyim. Marsam dan Hasyim pun sempat terlibat cekcok. Melihat keduanya cekcok, Deki sempat melerai. Namun, upaya Deki itu tak membuahkan hasil. Deki selanjutnya memilih lari untuk mencari pertolongan. Saat ditinggal Deki itulah, Hasyim dan Marsam terlibat adu fisik hingga berujunga carok. Tak berselang lama, sejumlah warga lantas mendapati keduanya sudah terkapar penuh luka bacok. Keduanya pun langsung dilarikan ke UGD. Namun, selang tiga jam usai dirawat, Marsam akhirnya harus menghembuskan nafas terakhirnya karena lukanya cukup parah. 

Peristiwa saling bacok itu diperkirakan terjadi pukul 20.00 Wib. Dari hasil penyelidikan, polisi akhirnya menetapkan Hasyim sebagai tersangka. Ia dijerat pasal 354 ayat 2 tentang Penganiayaan yang berakibat kematian dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun. Namun, penahanan pelaku masih menunggu kondisinya membaik. Usai kejadian, Polsek Kuripan kemarin juga mengamankan sejumlah barang bukti. Diantaranya dua buah celurit, dua pasang sandal jepit milik kedua korban dan sepasang sandal yang diduga milik Deki, serta gula sebanyak 2 kilogram.