Kamis, 05 November 2015

Anggota Polres Probolinggo Jalani Pemeriksaan Senpi

Probolinggo - Unit Profesi dan Pengaman (Propam) Polres Probolinggo, secara mendadak memriksa surat-surat dan kebersihan Senjata Api (Senpi) jenis Revolver berkaliber 38 isi 6 peluru, yang dimiliki sebanyak 30 anggota Polres Probolinggo, Kamis (5/11). Pemeriksaan senpi yang dilakukan usai apel pagi itu, ditemukan 3 anggota yang melanggar kedisiplinan. Seperti perawatan senpi yang kotor dan lainnya. Mereka yang ditemukan melanggar langsung di sanksi dengan hukuman push up sebanyak 10 kali. Menurut Kompol Imam Rofik, Kabag Sumda Polres Probolinggo, menyampaikan bahwa pemeriksaan itu dilakukan untuk penegakan disiplin terhadap anggota. Kegiatan ini rutin digelar, untuk memastikan senjata api (senpi) yang dipegang oleh anggota, dalam kondisi baik dan tidak disalahkan gunakan.

”Pemeriksaan senpi pada anggota secara mendadak, rutin kami lakukan. Waktunya, tidak kami tentukan. Sehingga, saat diperiksa, tidak ada anggota yang mengetahui sebelumnya,” katanya.

Kabag Sumda menjelaskan, dalam pemeriksaan senpi kali ini dilakukan pasca giat apel pagi. Seluruh anggota yang memegang senpi untuk berkumpul di tengah halaman. Di tubuh jajaran Polres Probolinggo, total ada 632 anggota. Tetapi, tidak semua anggota memegang senjata. Hanya ada 192 anggota yang memegang senjata, baik itu bertugas di polres maupun di 21 polsek se-Kabupaten Probolinggo.

”Total anggota yang memegang senjata api di bawah jajaran Polres Probolinggo itu ada 192 anggota, baik itu yang bertugas di polres ataupun di polsek-polsek. Jumlah anggota yang kami periksa kepemilikan senpinya ada 30 anggota,” terangnya.

Dari pemeriksaan terhadap 30 anggota pemegang senpi, ada tiga anggota yang kami tindak langsung. Karena, kedapatan senpi yang kotor. Padahal, senpi yang dipegang oleh anggota, menjadi tanggung jawabnya untuk menjaga kondisi dan kebersihannya. Sehingga, senpi selalu dalam kondisi siap digunakan.

”Tidak ada anggota pemegang senpi yang melanggar, karena tidak membawa surat kepemilikan senpi. Tapi, senjata yang kotor juga harus ditindak. Karena itu juga bentuk pelanggaran kedisiplinan,” paparnya.