Jumat, 20 November 2015

Benar - Benar Santet Atau Benar - Benar Sakit?

Probolinggo - Kembali isu santet menggegerkan warga Desa Sidopekso Kecamatan Kraksaan. Keterangan yang didapat pihak Polsek Kraksaan melalui perbincangan langsung Kepala Desa Sidopekso, Bp. Hosiri. Isu berkembang setelah salah satu warga Desa Sidopekso, Fitriyani (27) sakit berkepanjangan dan tak kunjung sembuh.

Fitriyani sakit sejak 6 bulan yang lalu dan tak kunjung membaik hingga saat ini. Ia pernah memeriksakan keadaannya di Puskesmas Kraksaan dan didapat bahwa Fitriyani mengalami ABSES (benjolan) paru - paru. Pihak Puskesmas Kraksaan telah menganjurkan Fitriyani untuk melakukan operasi, namun penuduh menolak karena terhalang masalah biaya. Entah mengapa, Muksin (kakak fitriyani) menuduh Marzuki telah menyantet adiknya. Tuduhan didasari oleh isu santet yang pernah dialami tertuduh di tempat asalnya yaitu Desa Besuk.

Akhirnya, Kepala Desa Sidopekso mengundang kedua belah pihak untuk melakukan mediasi pada kamis (19/11) sekira pukul 10.30 WIB. Dalam mediasi ini juga muspika Kecamatan Kraksaan juga ikut turun mengkondusifkan warga Desa Sidopekso.

Setelah beberapa jam melakukan mediasi, akhirnya tertuduh dengan sukarela kembali kedesa asalnya Desa Besuk agar warga Sidopekso kembali kondusif.Setelah mendengar keputusan tertuduh, massa yang ikut mengantar kedua penuduh ke Balai Desa membubarkan diri dengan kondusif.

Hasil analisa yang petugas dapat menyatakan bahwa sebab mengapa penyakit fitriyani tak kunjung smebuh dikarenakan fitriyani tidak mengikuti saran petugas medik yang menganjurkannya untuk segera operasi. Namun diduga ada tendensi lain atas penuduhan isu santet terhadap Marzuki. Adanya masalah keluarga antara Marzuki dengan Muksin yang tak lain adalah kakak ipar Marzuki, dimana Muksin merupakan provokator atas adanya isu santet tersebut.