Senin, 16 November 2015

Diduga Serangan Jantung, DPO SS Meninggal Kala Menjalani Pemeriksaan Medis

Probolinggo - Nasib Samsuqi (35), warga Desa Opo - Opo Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo, sungguh na'as. Pria yang menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus pengedaran narkotika jenis sabu-sabu (SS) ini, tewas diduga akibat serangan jantung usai tertangkap Satuan Reserse Narkoba Polres Probolinggo.

Tersangka digelandang ke Mapolres Probolinggo pada hari Kamis (12/11) sekitar pukul 23.30, dari hotel Saragih yang berada di jalan raya Kebonagung, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Tersangka tertangkap tangan dengan barang bukti satu paket narkotika jenis sabu seberat 0,76 gram, sebuah alat timbang elektrik, satu alat hisap, dua pack cotton butt, uang sejumlah Rp 800 ribu, dan sebuah telepon genggam.

Keesokan harinya, Jumat (13/11), sekitar pukul 07.30, di ruang tahanan Polres Probolinggo, tersangka mengeluh sakit pada dada bagian kirinya. Selanjutnya, piket fungsi Satuan Reskoba, Satuan Tahti, Urusan Dokkes, dan sie Propam Polres Probolinggo melarikan tersangka ke RSUD Waluyo Jati Kraksaan untuk mendapat perawatan medis. Sekitar 15 menit tersangka mendapat penanganan medis, termasuk pemasangan bantuan oksigen dan pemberian obat pemacu jantung yang sempat membuat tersangka sadarkan diri. Selang tak berapa lama, akhirnya nyawa tersangka tak tertolong lagi. Diagnosa awal dari Dokter Dewi Feronika yang menangani tersangka selama berada di rumah sakit adalah gagal jantung dan gangguan fungsi otak. Hal ini juga diperkuat hasil visum luar yang menyatakan tidak terdapat luka atau lebam bekas kekerasan pada tubuh tersangka.

Untuk proses otopsi, pihak keluarga tersangka dalam hal ini yang diwakili oleh Sumiarti (istri tersangka) menolak untuk dilakukan otopsi terkait kematian tersangka. Pihak keluarga menerima untuk menandatangani surat pernyataan penolakan otopsi yang disaksikan oleh Muspika Kecamatan Krejengan, Kasat Reskoba, dan Wakapolres Probolinggo. Pada tahap ini, Polres Probolinggo juga menghadirkan pihak keluarga tersangka dan tokoh masyarakat Kecamatan Krejengan untuk menyaksikan penandatanganan pernyataan menolak otopsi dan tidak menuntut atas kematian tersangka.

Lewat perwakilannya, Kasat Reskoba, Urusan Dokkes Polres Probolinggo, dan Kapolsek Krejengan, Polres Probolinggo memberikan santunan kepada pihak keluarga, atas meninggalnya tersangka DPO kasus pengedaran narkotika jenis sabu ini. Namun kasus ini tidak berhenti disini, Satuan Reskoba Polres Probolinggo masih mengusut jaringan pengedar narkoba termasuk teman-teman dari tersangka.

"Kami terus mendalami kasus ini, untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap rekan korban yang lain," tandas Kasat Reskoba Polres Probolinggo AKP Herly Sanjaya.