Kamis, 19 November 2015

Dugaan Santet Warga Desa Penambangan Menambah Rentetan Isu Santet Yang Banyak Berkembang.

Probolinggo - Isu tentang ilmu santet kian hari kian ramai di berbagai media di Kabupaten Probolinggo. Berita terbaru tentang isu santet kali ini datang dari Desa Penambangan Kecamatan Pajarakan. Tuduhan kepemilikan ilmu santet ditujukan pada Sariman (50) seorang pedagang ikan di daerah Desa Penambangan Kecamatan Pajarakan. Semetara sang penuduh tak lain tetangga tertuduh yaitu Ridwan (32) seorang nelayan Desa Penambangan Kecamatan Pajarakan.

Musyawarah warga dengan muspika Kecamatan Pajarakan
yang di gelar di Balai Desa Penambangan.
Kejadian bermula sekira 5 bulan yang lalu ketika Ridwan sakit. Penuduh mengaku sudah berobat ke Rumah Sakit namun tak kunjung membaik. Penuduh mencurigai Sariman yang kala itu terlihat oleh penuduh menanamkan sesuatu di halaman rumah tertuduh sekira pukul 01.00 WIB. Kesaksian ini juga di perkuat oleh seorang saksi yaitu Ahmad. Hal berikutlah yang mendasari dugaan bahwa tertuduh menyantet penuduh.

Pada hari minggu (15/11) tertuduh dilaporkan ke Kepala Desa Penambangan. Singkat cerita, Kepla Desa yang dibantu sebagian warga melakukan penggalian di depan halaman rumah tertuduh. Tak disangka, ketika bungkusan yang ditanam oleh tertuduh adalah paku berjumlah 10 buah dengan selimut kain berwarna hijau. Dengan ditemukannya sejumlah paku dan selembar kain hijau, semakin kuat dugaan bahwa tertuduh memliki ilmu santet untuk mencelakai penuduh.

Untuk menjaga lingkungan Desa Penambangan Kecamatan Pajarakan tetap kondusif, Kepala Desa mengumpulkan seluruh warga Penambangan di balai Desa pada Kamis (19/11). Acara ini juga turut dihadiri muspika Kecamatan Pajarakan.

Setelah dilakukannya musyawarah yang lumayan panjang, akhirnya warga ingin mendengar pernyataan sang tertuduh tentang ditemukannya sejumlah paku dan selembar kain hijau di halaman rumah tertuduh. Pernyataan sang tertuduh, bahwa dirinya menanam paku dan selembar kain hijau di halaman rumah agar keluarganya aman. Sementara paku dan kain tersebut di akui tertuduh didapatnya dari seorang Ustad di daerah Desa Kota anyar Kecamatan Pation.

Mendengar pengakuan tertuduh yang sedikit agak nyeleneh, wargapun mulai tak kondusif dengan meminta tertuduh untuk melakukan sumpah Al - Qur'an. Namun lewat musyawarah lebih lanjut, muspika Kecamatan Pajarakan berhasil meredam situasi dengan memberi waktu untuk tertuduh membuktikan ucapannya dengan meminta keterangan Ustad yang bersangkutan.

Sampai saat ini, kasus dugaan ilmu santet tersebut masih ditangani oleh pihak Polres Probolinggo. Untuk langkah kedepannya Polres akan mengundang Kepala Desa Penambangan untuk menemui Ustad pemberi paku dan kain tersebut kepada tertuduh. Hal ini dilakukan supaya keterangan tertuduh dapat dipertanggung jawabkan. Selain itu Polres juga dalam proses pengarahan terhadap warga Desa Penambangan agar tak main hakim sendiri.

Sampai saat ini warga masih menunggu konfirmasi dari sang Ustad yang disebut oleh tertuduh. Selanjutnya, apabila keterangan dari Ustad belum cukup, warga tetap akan memaksa tertuduh untuk melakukan Sumpah Al-Qur'an di Masjid Penambangan. Untuk kejelasan kasus lebih lanjut, Polres Probolinggo akan segera melaporkan.