Jumat, 13 November 2015

Dukun Cabul Akhirnya Ditetapkan Sebagai Tersangka


Probolinggo - Sebuah peristiwa menggegerkan warga Desa Jatisari dan Raab, Kecamatan Bantaran. Pasalnya, seorang dukun cabul berbuat tak senonoh terhadap gadis yang masih dibawah umur. Akibatnya, gadis tersebut hamil sampai melahirkan bayi dalam keadaan meninggal. Pelaku pencabulan itu bernama Hamid (50), warga Desa Jatisari, yang dikenal sebagai paranormal tersohor di desanya. Korbannya adalah NH (16), asal Desa Raab, yang saat ini masih duduk di sekolah menengah atas. Atas kasus ini, akhirnya keluarga korban melapor ke Polsek Bantaran. Wargapun menggerudug polsek agar pelaku dihukum berat. Pelaku selanjutnya diamankan ke Polres Probolinggo, untuk menghindari dari massa yang berdatangan.

Jum'at (13/11), Polres Probolinggo mengadakan pers release sehubungan dengan hasil penyidikan tentang kasus ini. Dari penyidikan yang ada, Polres Probolinggo masih melakukan pemeriksaan terhadap lima orang saksi yang diduga terlibat dalam penguburan jasad bayi yang dilahirkan NH (16). Kelima saksi yang masih menjalani pemeriksaan antara lain :
1. SP, 35 tahun, Desa Bantaran, Kecamatan Bantaran. Diduga terlibat dalam        penguburan jasad pada TKP pertama.
2. SK, 36 tahun, Desa Bantaran, Kecamatan Bantaran. Yang membantu proses kelahiran.
3. MT, 50 tahun, Desa Bantaran, Kecamatan Bantaran. Profesi dukun pijat.
4. SL, 19 tahun, Desa Bantaran, Kecamatan Bantaran. Diduga ikut membantu menggali liang kubur.
5. DF, 21 tahun, Desa Jatisari, Kecamatan Kuripan. Diduga terlibat dalam penguburan jasad pada TKP keempat.   

Menindaklanjuti informasi tentang kronologis kasus tersebut, Kasat Reskrim Polres Probolinggo menerangkan bahwa awalnya korban melahirkan pada hari Sabtu (7/11) pukul 22.00. Bayi lahir sudah dalam keadaan tak bernyawa. Lantas tersangka menguburnya di belakang rumah korban. Merasa tak aman dan takut diketahui oleh warga setempat, akhirnya tersangka memutuskan memindahkan jasad bayi tersebut ke dalam rumah pada Minggu malam (8/11). Keesokan harinya jasad tersebut kembali dipindahkan oleh tersangka ke rumahnya, yang mana selang dua hari kemudian dipindahkan lagi ke rumah DF (21). Total, jasad bayi tersebut dipindahkan sebanyak empat kali untuk menutup kemungkinan warga mendengar kasus ini.

Dari pers realease yang digelar di halaman Polres Probolinggo, petugas mengamankan sejumlah barang bukti yaitu karung yang digunakan untuk alas melahirkan, sarung yang digunakan korban untuk melahirkan, baju bayi dan satu paket alat mandi bayi, jasad janin berjenis kelamin laki-laki, grito atau kain yang diikatkan ke perut wanita setelah persalinan, dan satu kain popok bayi dengan bercak darah. Dalam kasus ini, tersangka Hamid dijerat Pasal 81 UU RI nomor 35 tahun 2014, sub 359 KUHP, sub 181 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal selama 15 tahun.