Rabu, 11 November 2015

Dukun Cabuli Gadis Sekolah Hingga Mengubur Bayinya

Probolinggo - Sebuah peristiwa menggegerkan warga Desa Jatisari dan Raab, Kecamatan Bantaran. Pasalnya, seorang dukun cabul berbuat tak senonoh terhadap gadis yang masih dibawah umur. Akibatnya, gadis tersebut hamil sampai melahirkan bayi dalam keadaan meninggal. Pelaku pencabulan itu bernama Hamid (50), warga Desa Jatisari, yang dikenal sebagai paranormal tersohor di Desanya. Korbannya adalah NH (16), asal Desa Raab, yang saat ini masih duduk di sekolah menengah atas. Atas kasus ini, akhirnya keluarga korban melapor ke Polsek Bantaran. Wargapun menggerudug polsek agar pelaku dihukum berat. Pelaku selanjutnya diamankan ke Polres Probolinggo, untuk menghindari dari massa yang berdatangan.

Dari hasil penyelidikan petugas, diduga bayi yang sudah meninggal itu dikubur di luar rumah. Namun, warga memperbincangkan keberadaan bayi itu. Akhirnya kuburan bayi malang itu dipindah ke dalam kamar korban. Hasil dari pemeriksaan sementara, pelaku dan korban telah menikah secara siri, yang sudah direstui orang tuanya. Korban dinikahkan dengan pelaku karena orang tua korban terbentur dengan kondisi ekonomi.

Polres Probolinggo saat ini masih melakukan otopsi terhadap bai yang dilahirkan korban dalam keadaan meninggal itu ke Polda Jatim, untuk memastikan apakah bayi itu meninggal saat dikandung korban selama 9 bulan, atau memang ada unsur lain yang dilakukan tersangka saat bayi itu lahir. Sementara perkembangan penyidikan saat ini, dari tersangka utama Abd. Hamid, Polisi juga mengamankan 6 saksi lainnya yang kemungkinan 4 orang dari 6 saksi tersebut dipastikan menjadi tersangka. Keenam saksi itu adalah NH (korban), mIstri, yang bertindak membantu persalinan terhadap korban, Suparman, Sukarsih dan Defri, yang masih berstatus sebagai menantu tersangka.

“Kami masih mendalami penyidikan kasus ini, sambil menunggu hasil dari otopsi si bayi, yang saat ini masih menjalani otopsi di Polda Jatim. Sementara ini kami belum bisa memberikan keterangan lebih jelas terhadap ke 6 saksi ini,”kata Kanit PPA Polres Probolinggo, Ipda Listo.

Dalam kasus ini, tersangka Hamid mempunyai 2 kasus yang dilakukannya, yaitu tentang pencabulan terhadap gadis
yang masih dibawah umur dan membunuh bayi yang dilahirkan. Namun, petugas masih menunggu hasil otopsi untuk mempertegas kalau bayi itu memang dibunuh oleh tersangka.

"Ini masih terus kami kembangkan, untuk memastikan pembunuhan bayi yang dilakukan tersangka. Sementara ini, Hamid masih ditetapkan sebagai tersangka pencabulan," imbuh Ipda Listo.