Selasa, 17 November 2015

Status Bromo Waspada, Polres Probolinggo Pasang Banner Larangan Masuk

Probolinggo - Gunung Bromo semakinn menunjukkan aktivitasnya, peningkatan aktivitas dari Gunung Bromo tersebut dapat dilihat dari asap yang keluar dari kawah Gunung Bromo. Petugas gabungan dari Polres Probolinggo, Kepala BPBD Kabupaten Probolinggo, Kepala seksi PTN Wilayah 1 Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Muspika Sukapura, dan Badan Vulkanologi setempat, menutup sementara pintu masuk ke kawah Gunung Bromo dengan memasang banner berisikan himbauan agar wisatawan tidak mendekati kawah Gunung Bromo dengan jarak teraman radius 1 kilometer. Petugas memasang papan imbauan larang tersebut di lokasi pintu masuk ke kawah, Selasa (17/11) sore. Hal ini dikarenakan beberapa hari Gunung Bromo sudah masuk status waspada. 

Selain itu, Polres Probolinggo sendiri sudah menempatkan personel tambahan yang dibantu oleh TNI, BPBD, dan PVBMG, yang disiagakan di titik-titik rawan seperti di wilayah puncak, tangga, pura dan banker. Hal itu dilakukan untuk menghalau pengunjung yang nekat naik ke kawah Bromo.

"Kami akan menempatkan petugas gabungan di pintu masuk, untuk melarang wisatawan dan warga untuk tidak mendekat dari kawah Bromo, sebagai antisipasi korban jiwa," tegas Kapolres Probolinggo, AKBP Iwan Setyawan. 

Polres Probolinggo akan berkoordinasi dengan pihak Pusat Vulkanologi mItigasi dan Bencana Geologi (PVBMG) untuk mengetahui perkembangan kondisi Bromo. Selain itu, petugas juga berkoordinasi dengan pengelola hotel setempat agar dapat menghimbau pengunjung  untuk tidak memasuki kawah Bromo radius erupsi 1 kilometer.