Selasa, 15 Desember 2015

Carok Massal Di Kramat Agung Bantaran



Probolinggo - Sebuah tindak penganiayaan dengan pemberatan terjadi secara vulgar di depan masyarakat di Desa Kramat Agung Kecamatan Bantaran. Selasa (15/12) sekitar pukul 14.00 WIB warga dikagetkan oleh "Carok" dua kelompok antar desa. Kedua kelompok tersebut sudah memendam emosi masing - masing sejak hari raya Idul Adha. Salah satu pihak emosi saat Idul Adha salah satu tersangka membleyer sepeda motor dengan keras di hadapan kelompok yang menjadi lawan saat "Carok" selasa kemarin.

Kronologi singkat kejadian "carok" dimulai saat Suli, Miskun, Slamet, dan Agus Hendak membeli sesuatu di toko wilayah Dusun Penggumbin Kecamatan Bantaran. Saat berbalik arah akan kembali pulang, Keempat remaja ini berpapasan dengan Karim beserta 10 orang temannya. Tanpa bicara panjang Karim mengeluarkan sabit sambil berkata "Tepapak kakeh mon setiah" yang artinya Ketemu kamu sekarang. Kemudian Karim langsung menyabetkan sabit yang dia pegang ke arah Suli hingga mengenai baju Suli. Membalas sabetan Karim, Suli melukai bagian belakang leher dan rahang sebelah kiri Rahim.

Rekan Karim yang bernama Dulsari tiba tiba ikut menyabetkan sabit ke arah Suli. Namun Suli berhasil menghindar lagi, langsung membalas sabetan Dulsari hingga melukai mulut bagian bawah Dulsari. Rekan Rahim yang lain, Tohir, Berusaha membacok Slamet mengenai lengan sebelah kiri. Slamet membalas bacokan Tohir mengenai telinga kiri dan punggung bagian belakang. 

Permasalahan dipicu permasalahan bleyer - bleyeran saat malam saat Idul Adha di daerah Pasar Wonoasih. Selanjutnya, Petugas mengamankan Suli dan Slamet agar kejadian tidak meluas. Polsek Bantaran juga membuka komunikasi kepada Kepala Desa kedua kelompok untuk mencegah adanya serangan balasan dari kedua pihak kelompok. Sementara tiga korban, Rahim, Dulsari, Tohir dilarikan ke RS Dr.Saleh Kota Probolinggo untuk mendapat penanganan medis.