Kamis, 10 Desember 2015

Lagi, Isu Santet Muncul Di Masyarakat Kelurahan Patokan

Probolinggo - Belum segenap sebulan Polsek Kraksaan melakukan pengamanan di Balai Desa Sidopekso Kecamatan Kraksaan terkait konflik sosial warga Desa Sidopekso, Hari ini giliran warga RW 06 Kelurahan Patokan kembali muncul isu kepemilikan ilmu santet. 

Sudah sejak tiga bulan lalu Baharuddin (49) yang merupakan ketua Rukun Warga 6 Kelurahan Patokan Kecamatan Kraksaan mengidap penyakit batuk - batuk, sesak, dan mengalami penurunan berat badan yang drastis. Penuduh mengaku sudah berobat jalan, namun hingga sampai saat ini belum kunjung sembuh.

Senin (7/11) Keluarga penuduh menghadang Mistaji (33) agar mau menyembuhkan penyakit yang diidap Baharuddin. Tak jelas mengapa tiba - tiba pihak keluarga tertuduh meminta Mistaji untuk menyembuhkan Penuduh. Diaku tertuduh, bahwa senin lalu keluarga penuduh juga mengancam akan menghajar tertuduh jika saja penyakit sang penuduh tak kunjung sembuh.

Singkat cerita, Keluarga tertuduh meminta untuk Mistaji sementara waktu menghindar dari keluarga penuduh agar tak terjadi hal - hal yang tak diinginkan. Namun menghindarnya Mistaji dipandang salah oleh pihak penuduh. Munculah isu bahwa tertuduh memiliki ilmu santet untuk mencelakai tertuduh dan menghindar untuk melarikan diri.

Dengan cepat petugas Polsek Kraksaan menangani kasus tersebut, Siang tadi sekitar pukul 11.30 WIB kedua keluarga dari kedua belah pihak didatangkan ke Balai Kelurahan Patokan untuk memediasi kedua belah pihak. Melihat pihak keluarga penuduh yang tersulut emosi, akhirnya Kapolsek Kraaksaan mengambil tindakan untuk sementara mengamankan tertuduh untuk tidak tinggal di lingkungan keluarga pihak penuduh.

Sementara itu, Kapolsek Kraksaan juga melakukan koordinasi dengan petugas kesehatan dari puskesmas Kraksaan dan RSUD Waluyo Jati untuk segera membuat rekam medik mengenai penyakit Baharuddin. Kapolsek Kraksaan, Kompol Subadar juga berkoordinasi dengan Kepala Kelurahan Patokan, Bp. Fathur Rasyid dan pihak MUI Kecamatan Kraksaan.

"Sudah, saya himbau untuk kedua pihak agar tidak tersulut emosi dulu, biarkan petugas yang mengurus kejadian ini. Jangan asal menghakimi apalagi nanti berbuat tindak anarkis" Ucap Kompol Subadar.

Namun dari analisa yang petugas dapat, ada tendensi lain dibalik isu santet kali ini. Dikabarkan memang kedua belah pihak memiliki hubungan yang tidak harmonis. Keduanya juga masih memiliki ikatan saudara, dimana Mistaji merupakan keponakan Baharuddin.

Polsek Kraksaan masih mengawal kasus ini sampai selesai. Saat ini petugas juga masih melakukan pengamanan di kediaman tertuduh untuk mencegah kejadian anarki yang mungkin saja bisa terjadi. Sementara untuk rekam medis Baharuddin, Polsek Kraksaan masih akan berkoordinasi dengan petugas kesehatan.