Selasa, 08 Desember 2015

Polres Probolinggo Gelar Rakor Penanganan Isu Santet

Probolinggo – Kasus isu santet yang sempat marak di beberapa Kecamatan di Kabupaten Probolinggo, menjadi perhatian utama Polres Probolinggo, tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat jelang tutup tahun 2015.

Munculnya isu santet yang santer sebulan terakhir menjadi catatan penting untuk diwaspadai. Isu ini sempat digulirkan kembali oleh sebagian warga karena persoalan subyektif.

Satu warga tewas dibantai karena dituding memiliki ilmu santet di wilayah hukum Polsek Krejengan. Ratusan warga Desa Sidopekso, Kecamatan Kraksaan, dimobilisasi untuk mengusir pedagang sayur yang juga dituding berilmu santet pada 19 November 2015 lalu. Terakhir, seorang pedagang kopi nyaris saja tewas dianiaya oleh dua orang tidak dikenal di Desa Rondo Kuning, Kecamatan Pajarakan pada 26 November 2015 karena di duga memiliki ilmu santet.

Rapat koordinasi di ruang K3I Mapolres Probolinggo, Senin (7/12) membahas isu santet. Dalam kesempatan itu, Kapolres Probolinggo, AKBP Iwan Setyawan meminta kepada semua pihak untuk tidak mengusung isu tersebut sambil menuding seseorang. Sebab, selain berbau fitnah, kasus ini tidak bisa dibuktikan secara hukum.

“Kami menghendaki masyarakat tidak lagi menebar isu santet. Jika ada persoalan dengan seseorang, salurkan melalui mekanisme hukum, bukan asal tuduh dan memfitnah orang. Belajar dari kasus santet tahun 1998 (pembunuhan 119 orang yang diduga dukun satet di Banyuwnagi), semua warga dirugikan karena membuat kekacauan,” kata AKBP Iwan Setyawan.

Rapat koordinasi  penanganan konflik sosial khususnya isu santet ini di hadiri oleh MUI Kabupaten Probolinggo, Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB), Pemkab Probolinggo dan Organisasi masyarakat, diharapkan bisa bekerja sama menangkal konflik sosial khususnya isu santet.

“Forum ini menyepakati tim terpadu bila mana ada konflik sosial, terkait isu santet atau lebih luasnya soal SARA. Tim ini akan bekerja melakukan upaya preventif melalui peran masing-masing. Komitmen dalam rakor kali ini adalah bersama-sama membangun ketertiban umum, berpatisipasi dalam menciptakan rasa aman, nyaman di Kabupaten Probolinggo,” ungkap AKBP Iwan Setyawan kepada wartawan usai menggelar rakor.

Kapolres juga mengingatkan akan melakukan tindakan tegas jika ada warga menunggangi isu santet untuk melanggar hukum.

“Jangan coba-coba mengganggu ketertiban masyarakat yang sudah kondusif. Rasa aman dan tertib itu mahal dan terus kita jaga bersama. Jika ada masalah sebaiknya lakukan mediasi, tidak puas lakukan upaya hukum. Bila tetap nekat, ya polisi akan bertindak tegas,” tandasnya.