Kamis, 17 Desember 2015

Polres Probolinggo Laksanakan Apel Gelar Pasukan Pengamanan Erupsi Bromo



Probolinggo - Semakin hari kegiatan vulkanik gunung Bromo semakin meningkat. Tercatat oleh PVMBG (Vulkanologi) Gunung Bromo beberapa kali "batuk" abu vulkanik tipis di sekitar kawasan wisata Gunung Bromo. Kepulan asap yang berasal dari kaldera Gunug Bromo juga sudah mencapai 1500m.

Menindaklanjuti dengan meningkatnya kegiatan vulkanik Gunung Bromo yang merupakan siklus lima tahunan dari Gunung Bromo. Polres Probolinggo, Kodim 0820, BPBD, dan Dinas terkait menggelar Apel Gelar Pasukan Pengamanan Erupsi Bromo di lapangan Desa Muneng Kecamatan Sumber Asih Kabupaten Probolinggo Kamis (17/12) pukul 09.00 WIB.

Apel gelar pasukan yang digelar dihadiri oleh Kapolres Probolinggo, Dandim 0820, Kepala BPBD Kabupaten Probolinggo, dan beberapa perwakilan dinas. Apel Hari ini di pimpin oleh Dandim 0820, Letkol Inf Hendhy Yustian sebagai inspektur upacara. Apel hari ini ditujukan untuk menjalin koordinasi antar instansi terkait guna mengamankan siklus lima tahunan erupsi Gunung Bromo.

Apel yang digelar hari ini juga akan dilanjutkan dengan simulasi proses evakuasi warga sekitar Gunung Bromo sebagai antisipasi menghadapi erupsi Gunung Bromo. Simulasi ini bertujuan untuk mengantisipasi masyarakat dan pihak terkait apabila Gunung Bromo kembali meletus. Polres Probolinggo tidakk ingin mengulang kejadian pada tahun 2010, seditiknya 30 ribu kepala keluarga di 5 kecamatan yaitu Kecamatan Sukapura, Lumbang, Sumber, Kuripan, dan Wonomerto menjadi Korban.

Inspektur upacara bersama Muspida Kabupaten Probolinggo melakukan pemeriksaan pasukan dan melakukan pemeriksaan dan peragaan Rants Rescue milik Dit Shabara Polda Jatim yang ikut serta dalam penanggulangan erupsi Gunung Bromo, sebelum proses simulasi.

Seluruh rangkaian acara hari ini dilakukan sebagai rangkaian pengamanan dan proses evakuasi agar masyarakat sekitar Gunung Bromo tidak panik jika sewaktu - waktu Gunung Bromo Meletus. Kegiatan Hari ini juga diharpkan dapat memberikan deteksi dini bencana serta menyelamatkan korban erupsi dengan benar, dan efektif.