Selasa, 08 Desember 2015

Sat Lantas Polres Probolinggo Pasang Neon Box Di 10 Blackspot

Probolinggo - Untuk mengurangi tingginya angka kecelakaan yang terjadi di Jalan Raya Pantai Utara (Pantura) arah Probolinggo-Situbondo dan lintas selatan Probolinggo – Lumajang, Satuan Lalu Lintas Polres Probolinggo memasang neon box bertuliskan himbauan untuk berhati - hati di 10 titik rawan kecelakaan.

Hasil analisa operasi zebra 2015 mencatat terjadinya 12 kasus kecelakaan, 3 korban dinyatakan meninggal dunia. Padatnya arus lalulintas di Jalan Raya Probolinggo – Situbondo dan jalur Probolinggo – Lumajang menjadikan kawasan ini rawan kecelakaan.

Kondisi ini diperparah dengan kondisi infrastruktur jalan yang berlubang dan bahkan bergelombang, dan kurangnya lampu penerangan di kawasan rawan kecelakaan tersebut. Belum lagi tingkat kesadaran pengendara kendaraan yang masih rendah menjadi faktor pemicu angka kecelakaan.

Pemasangan neon box tersebut meliputi kawasan jalan di puncak Paiton, Binor, Kebun Agung – Kraksaan, Karang Pranti- Pajarakan, SPBU Bulang – Gending, Tamansari – Dringu. Wilayah ini dikenal rawan kecelakaan dan sering menelan koban jiwa.
Sementara di jalur selatan, dikenal dengan jalan maut menuju Lumajang diantaranya, Jalan Raya jorongan – Leces, SMP 3 – Tegalsiwalan, pelintasan KA Malasan, SPBU Malasan.

“10 black spot itu kami pasang neon box berisi himbauan untuk memudahkan pengguna jalan agar berhati-hati. Neon box itu berfungsi dengan baik jika malam hari atau berkabut saat hujan, sehingga pengendara bisa lebih waspada. Sebab daerah ini dikenal kawasan yang maut, sering kali terjadi kecelakaan yang menyebabkan korban jiwa,” jelas Kasat Lantas Polres Probolinggo, AKP Hudi Arief, Selasa (8/12).

Adanya neon box di jalur maut diharapkan mampu menekan jumlah kecelakaan. Khususnya menghadapi musim penghujan dimana kondisi jalan berkabut dan licin.

“Neon box kami pasang seratus meter sebelum titik black spot. Begitu pengendara akan masuk sudah terlihat jelas peringatan hati-hati bahwa di depan merupakan daerah rawan kecelakaan. Termasuk penempatan personil 24 jam memantau kawasan itu,” papar AKP Hudi Arief.