Rabu, 27 Januari 2016

Penandatangan MOU Pengamanan Orang Asing, Langkah Lanjutan Polres Probolinggo Deteksi Aksi Teror

Probolinggo - Langkah Polres Probolinggo untuk menanggulangi serangan aksi teror tak hanya berhenti dengan diberlakukannya siaga keamanan tingkat 1 di wilayah hukum Polres Probolinggo. Tak juga hanya mempersenjatai lengkap setiap personel yang tugasnya banyak di lapangan. Namun, Polres Probolinggo juga memberlakukan keamaman tingkat 1 bagi pemilik usaha wisata, hotel, dan restoran di wilayah hukum Polres Probolinggo.

Seluruh anggota PHRI (Persatuan Hotel, dan Restoran Indonesia) Kabupaten Probolinggo, pemilik usaha wisata, para kabag dan kasat Polres Probolinggo berkumpul di ruang eksekutif Polres Probolinggo pagi ini, rabu (27/1). Tepat pukul 09.00 WIB acara penandatanganan MOU antara Polres Probolinggo, PHRI Kabupaten Probolinggo, dan pengusaha pemilik usaha wisata tentang pengamanan dan pengawasan orang asing dimulai. 

Acara dimulai dengan sambutan oleh Kapolres Probolinggo, AKBP Iwan Setyawan. Kapolres berpendapat, dengan adanya MOU ini diharapkan keamanan di wilayah wisata, hotel, dan restoran dapat membantu tugas kepolisian untuk mencegah datangnya serangan aksi teror.


"Satpam - satpam itu dioptimalkan. Kalau satpamnya gampang curiga itu malah bagus, berarti dia bekerja. Lain halnya jika satpam sangat mudah untuk mempercayai seseorang, ini nantinya yang malah membuat kita kebobolan" tegas AKBP Iwan Setyawan.

Disambung dengan sambutan oleh ketua PHRI Kabupaten Probolinggo, Digdoyo Djamaluddin. Beliau berpendapat bahwa memang ada beberapa pelaku usaha wisata yang mengenakan jasa satpam. Namun yang beliau temui dilapangan, pengamanan yang dilakukan di usaha wisata tersebut hanya formalitas saja, bukan memang benar - benar menjamin keamanan.

"Ini saya sebenarnya ingin mendesak Kapolres Probolinggo untuk kembali melatih dan menatar satpam satpam di obyek wisata, hotel, ataupun restoran. Lewat Kasat Binmas saya minta tolong satpam - satpam yang seperti tadi itu biar dibariskan semua lalu dilatih kembali, biar tidak hanya jadi penunggu pos saja, tapi bekerja menjaga wilayah" ucap Digdoyo.

Dilanjut acara inti yaitu penandatanganan MOU tentang pengamanan dan pengawasan orang asing oleh Kapolres Probolinggo, Kepala PHRI, dan Kadisbudpar Kabupaten Probolinggo. Selanjutnya acara ditutup dengan do'a.

Dari pertemuan ini, seluruh peserta pertemuan telah setuju bahwa pendeteksian orang mencurigakan adalah tanggung jawab semua, tidak hanya selalu kepolisian yang bertugas. Kapolres Probolinggo juga berharap dengan adanya kesepakatan bersama ini, insya allah Kabupaten Probolinggo dapat terkover keamanannya dan terhindar dari gangguan orang asing.