Kamis, 28 Januari 2016

Press Realease Narkoba, 1 Diantara Tersangka Merupakan Kepala Desa

Dari kiri : Kabag Ops Polres Probolinggo, Kapolres Probolinggo, Kasat Reskoba Polres Probolinggo, Staff  Reskoba
Probolinggo - Press Realease hasil tangkapan Satuan Reserse Narkoba bulan Januari 2016 di ruang eksekutif Polres Probolinggo dilgelar hari ini, Kamis (28/1) pukul 10.30 WIB. Press realese pagi ini dilaksanakan dengan mendatangkan 4 tersangka kasus kepemilikan dan pengedaran narkoba dan narkotika. Adapun barang bukti yang ditampilkan pagi ini adalah 50,28gram ganja, 0.25gram sabu - sabu, 1120 butir pil dextro, uang dnegan jumlah total Rp. 4.770.000,-, 4 unit ponsel, 1 botol plastik kosong kemasan pil, dan 200 lembar plastik klip kecil. 

Keempat tersangka tersebut diamankan dari beberapa TKP yang berbeda. AH diringkus Sat Reskoba di Desa Talkandang Kecamatan Kota Anyar atas kepemilikan 1120b butir narkoba jenis pil dextro. SG diringkus Sat Reskoba di Desa Pajurangan Kecamatan Gending atas kepemilikan 0.25gram narkotika jenis sabu - sabu. Dari pengembangan penyidikan dari tersangka SG, NN yang merupakan Kepala Desa Karangren Kecamatan Krejengan akihrnya berhaasil dibekuk. Sementara FR dibekuk Sat Reskoba di Desa Maron Kidul Kecamatan Maron atas kepemilikan 50,28gram ganja.

Dari keempat tersangka, NN lah yang mendapat sorotan dari banyak media yang hadir. Bagaimana tidak? NN merupakan Kepala Desa aktif yang seharusnya mengayomi masyarakatnya, malah tersandung kasus pengedaran narkotika jenis sabu - sabu.

Kapolres Probolinggo AKBP Iwan Setyawan menyatakan bahwa NN merupakan targek operasi Sat Reskoba sejak lama. Hanya Saja, Sat Reskoba masih perlu cukup informasi tambahan untuk melakukan penangkapan. Baru akhirnya setelah SG tertangkap dan mengakui mendapatkan barang dari NN, barulah Sat Reskoba Polres Probolinggo bertindak untuk mengamankan NN.

"Mengenai NN yang tersandung kasus narkotika jenis sabu - sabu ini, saya telah berkoordinasi dengan Bupati Probolinggo. Saya menginformasikan kepada beliau bahwa ada perangkat desa yang diamankan ke Mapolres Probolinggo dengan kasus pengedaran sabu - sabu. Beliau telah melimpahkan urusan ini ke Polres sepenuhnya, untuk mendukung langkah Polres memberantas peredaran narkotika dan narkoba" aku AKBP Iwan Setyawan.

Dari pengakuan NN sendiri, NN telah melakukan transaksi barang haram tersebut sejak agustus 2014, jauh sebelum ia mendaftarkan diri untuk maju menjadi Kepala Desa Karangren Kecamatan Krejengan.

"Ini yang kita harus cari tahu. Pada pencalonan Kepala Desa pastinya ada tes kesehatan. Anehnya kenapa NN ini bisa lulus tes kesehatan. Entah dia mengantisipasi atau ada cara - cara lain" lanjut AKBP Iwan Setyawan.

Kapolres Probolinggo juga menerangkan bahwa sindikat pengedar sabu - sabu ini merupakan sindikat lintas kota. Untuk barang haram ini, Kapolres menerangkan datangnya dari  Kota Surabaya.