Jumat, 26 Februari 2016

Diduga Dibakar Api Cemburu, Seorang Pemuda Nekat Bacok Warga Desa Sebelah

Probolinggo - Rosidi (36) sorang tani warga Desa Gunungtugel Kecamatan Bantaran mengalami luka bacok sepanjang 10cm di bagian punggungnya akibat sabetan celurit BU (35) warga Desa Besuk Kecamatan Bantaran. Akibat kejadian ini BU harus berurusan dengan pihak kepolisian Sektor Bantaran.

Kejadian penganiayaan berat tersebut terjadi siang ini sesaat sebelum sholat jum'at dilaksanakan. Rosidi awalnya hendak melaksanakan sholat jum'at dimasjid yang tak jauh dari rumahnya mengendarai sepeda motor. Sesampainya di jalan Dusun Curah Bindu Desa Gunung Tugel tiba tiba tersangka datang menghadang Rosidi dengan sebuah clurit di tangannya. Tanpa alasan, tiba - tiba tersangka mendorong korban hingga terjatyh. Saat terjatuh itulah tersangka menyabetkan cluritnya ke arah korban. Beruntungnya korban berhasil menghindari sabetan clurit tersangka, hingga akhirnya saat hendak lari, punggung korban berhasil di bacok oleh pelaku.

Korban berhasil kabur pulang kerumahnya, sementara setelah berhasil membacok punggung korban, tersangka tak melakukan pengejaran namun melarikan diri. Atas kejadian ini korban melapor kepada Kepala Desa Gunung Tugel yang selanjutnya laporan tersebut dibawa menuju Polske Bantaran. Menerima laporan tersebut petugas Polsek Bantaran selanjutnya langsung menuju TKP untuk mengamankan korban dan melakukan pencarian tersangka.

Tak lama kemudian tersangka berhasil diamankan oleh petugas saat dirinya bersembunyi di kediaman saudaranya di Desa Tempuran Kecamatan Bantaran. Selanjutnya tersangka digiring menuju Mapolsek Bantaran. Dugaan awal kasus penganiayaan tersebut karena tersangka cemburu karena korban menyukai istri terasngka. Namun untuk jelasnya motif pembacokan tersebut Polsek Bantaran masih akan melakukan pemeriksaan terhadap tersangka.

Langkah selanjutnya yang dilakukan oleh Polsek Bantaran adalah mengamankan tersangka dan barang bukti ke Mapolsek Bantaran untuk melkukan pemeriksaan. Polsek Bantaran juga meminta korban untuk melaksanakan Visum Et Repertum untuk keperluan laporan. Kapolske Bantaran juga membuka komunikasi kepada Kasat Reskrim Polres Probolinggo untuk selanjutnya melimpahkan kasus tersebut kepada Sat Reskrim.