Selasa, 09 Februari 2016

Narapidana Lapas Kraksaan Meninggal Dengan Dugaan Bunuh Diri



Probolinggo - Penghuni Lembaga Permasyarakatan kelas IIB Kraksaan dikagetkan dengan penemuan korban meninggal dunia di toilet rumah tahanan tadi pagi, selasa (9/2). Korban berinisial SG ini baru menghuni lapas sekitar sebulan lamanya. Korban merupakan narapidana kasus narkotika dengan vonis hukuman 1 tahun penjara.

Korban awalnya memasuki toilet rumah tahanan diperkirakan pada pukul 03.00 WIB dimana semua penghuni lapas sedang lelap tidur. Sementara petugas awalnya tidak curiga karena narapidana keluar untuk ke toilet dini hari merupakan aktifitas yang sudah biasa terjadi. Setelah petugas menyadari bahwa SG telah 3 jam berada di toilet dan tak kunjung keluar, baru petugas bergegas untuk mengecek keadaan SG di toilet.

Setiba di toilet petugas dikagetkan dengan jasad SG yang tergeletak di toilet dengan hanya bercelana pendek. Kejadian tersebut sontak membuat kondisi lapas mencekam. Petugas yang mengetahui lanjut melapor kepada Ka Lapas untuk selanjutnya dilaporkan ke pihak kepolisian.

Kapolres Probolinggo, Kasat Reskrim, Kasat Intelkam beserta jajarannya tiba di lapas pukul 08.00 WIB.  Setiba di TKP pihak kepolisian langsung melakukan TKP dan mengumpulkan barang bukti - barang bukti yang dapat diamankan untuk keperluan identifikasi. Kasat Reskrim Polres Probolinggo, AKP Mobri C Panjaitan beserta staff melakukan penggeledahan ke kamar korban. Kasat Reskrim menemukan sekaplet obat pengencer feses, satu buah kotak kosong sisa ramuan cina, dan satu botol air mineral yang bercampur cairan pembersih lantai.

Hasil analisa awal yang disimpulkan dari olah TKP pagi ini bahwa korban meninggal diduga akibat bunuh diri dengan menenggak cairan pembersih lantai yang ditemukan di kamar korban. Namun Kasat Reskrim Polres Probolinggo belum bisa menyimpulkan pasti tentang kejadian ini. 

"Kami masih menyelidikinya, Masih belum pasti korban meninggal akibat bunuh diri dengan menenggak cairan pembersih lantai atau korban memang memiliki penyakit kronis yang dapat kambuh sewaktu - waktu, ini masih dalam proses penyelidikan kami" aku AKP Mobri Cardo Panjaitan.

Untuk lebih terangnya hasil penyelidikan yang dilakukan Sat Reskrim Polres Probolinggo, AKP Mobri masih menunggu hasil rekam medik korban yang  ada di klinik rumah tahanan lapas kelas IIB Kraksaan ini. 

Sementara untuk mencegah terulangnya kejadian tersebut, Kapolres Probolinggo menghimbau kepada Ka Lapas Kraksaan untuk memberlakukan penjagaan mobile malam oleh petugas lapas yang piket. Hal ini dilakukan juga agar kegiatan narapidana di malam hari bahkan dini hari dapat dimonitor oleh petugas. Sementara untuk jasad korban saat ini ditangani oleh RSUD Waluyo Jati untuk dilakukan autopsi.