Rabu, 24 Februari 2016

Puluhan Kendaraan Terjaring Razia Gabungan Polri, PM TNI dan Dishub

Probolinggo - Puluhan pengguna kendaraan bermotor terjaring razia gabungan Kepolisian bersama Polisi Militer TNI dan Dishub Kabupaten Probolinggo yang digelar di jalan raya Bentar, Kecamatan Gending, Rabu (24/2) mulai pukul 08.00 Wib pagi tadi. Operasi gabungan kali ini tak hanya menertibkan para pengguna jalan yang tidak melengkapi surat-surat kelengkapan berkendara, namun juga penertiban atribut TNI/Polri yang ditempel pada kendaraan bermotor seperti stiker. Seluruh kendaraan yang melewati jalan raya Bentar diberhentikan dan diminta untuk menunjukkan surat kelengkapan kendaraan. Hasil razia petugas Satlantas Polres Probolinggo, mendapati pelanggaran sebanyak 28 pelanggar. Diantaranya menilang 3 SIM dan 25 STNK. 

Salah seorang pengendara truk sempat dilakukan pemeriksaan karena SIM yang dimilikinya diperkirakan tidak untuk peruntukkannya. Saat ditanya petugas untuk menunjukkan surat-surat kelengkapan berkendara, ia mengeluarkan SIM yang bagian ujung atas kanannya sudah patah. Meskipun mengaku bahwa SIM tersebut adalah SIM B1, namun petugas tetap melakukan penilangan karena tidak memiliki SIM yang sah, sesuai pasal 288 ayat 2 Undang-Undang Lalu Lintas.

Petugas lalu memeriksa setiap bagian kendaraan mencari kemungkinan adanya atribut TNI/Polri. Tujuannya untuk mengantisipasi penyalahgunaan atribut tersebut. Dalam razia itu, petugas menemukan beberapa kendaraan bermotor yang menempelkan atribut TNI/Polri di bagian pelat nomor kendaraan maupun di bagian kaca kendaraan. Rata-rata atribut yang ada di kendaraan tersebut berupa stiker yang berlogo TNI/Polri. Pengguna kendaraan yang kedapatan menempelkan atribut tanpa alasan yang jelas diberikan teguran oleh petugas. Sedangkan stiker-stiker yang tertempel langsung dilepas saat itu juga.

Di lain sisi, petugas Dishub Kabupaten Probolinggo juga turut serta memeriksa KIR bagi kendaraan angkutan orang maupun barang. Kendaraan tersebut wajib memiliki izin KIR karena menyangkut keselamatan di jalan raya serta kelayakan kendaraan. Mengingat banyaknya kasus kecelakaan lalu lintas yang terjadi, akibat adanya kendaraan umum yang dioperasikan sudah tidak layak pakai atau izin KIR yang sudah mati. Dalam razia itu didapati 9 pelanggaran KIR. Untuk Dishub Provinsi tingkat 1 terdapat 5 pelanggar, dan Dishub Kabupaten terdapat 4 pelanggar.