Rabu, 02 Maret 2016

Pamit Mandi, Seorang Pria Lanjut Usia Pulang Tak Bernyawa

Probolinggo - Penemuan jasad di saluran irigasi di Dusun Lamdaur Desa Karangpranti Kecamatan Pajarakan membuat warga bergerumun untuk melihat kejadian yang mengejutkan warga dekat saluran irigasi tersebut. Awlanya tak diketauhi identitas korban yang diperkirakan berumur 60 tahun keatas tersebut. Hingga akhirnya salah satu saksi mengakui bahwa jasad tersebut merupakan mertua dari saksi tersebut.

Ya, korban yang bernama Timo tersebut awalnya pamit hendak mandi di sungai irigasi di dekat kediamannya di Desa Ketompen Kecamatan Pajarakan, rabu (2/3) pukul 12.00 WIB. Selang beberapa jam kemudian korban tak kunjung kembali sejak ia pamit tadi. Hal ini membuat Miskat ( menantu korban) mencarinya di sekitaran sungai irigasi dekat kedimannya. Tiba di sungai irigasi, Miskat masih belum dapat menemukan mertuanya yang telah berusia lanjut tersebut.

Namun setelah pukul 13.40 WIB Miskat mendengar kabar burung yang mengatakan ditemukannya jasad seorang pria lanjut usia di aliran irigasi Desa Karanpranti Kecamatan Pajarakan. Miskat langsung menyangka bahwa jasad tersebut adalah mertuanya. Setiba di TKP memang benar bahwa korban telah tak bernyawa mengapung di aliran irigasi. Akibat panik, Miskat terburu - buru untuk menggotong jasad mertuanya keluar dari aliran irigasi tersebut, kemudian langsung membawanya pulang.

Mendengar laporan kejadian tersebut membuat Polsek Pajarakan langsung bergerak menuju kediaman korban untuk meminta keterangan dari saksi yang tak lain adalah menantu korban. Miskat membenarkan bahwa siang harinya mrtuanya pamit untuk mandi di sungai irigasi dekat rumahnya namun tak kunjung kembali setelah dua jam. Miskat juga mengakui bahwa mertuanya sering mengeluh sakit kepala dan pernah menjalani rawat inap akibat stroke, dan liver.

Untuk lebih jelasnya Polsek Pajarakan meminta Miskat untuk membawa jasad korban ke puskemas Pajarakan untuk dilakukan pemeriksaan luar. Dari hasil yang dituturkan oleh Kepala Puskesmas Pajarakan dr. Lilik Ekowati, tidak ada hasil temuan adanya bekas penganiayaan di tubuh korban. dr. Lilik juga menerangkan bahwa luka gores di bagian hidung dan pipi korban bukanlah penyebab kematian korban.

Selanjutnya Polsek Pajarakan mengajukan untuk dilakukannya autopsi jasad korban, namun pihak keluarga menolak dengan dibuatnya surat pernyataan penolakan autopsi terhadap jasad korban. Langkah selanjutnya yang diambil oleh Polsek Pajarakan adalah berkoordinasi dengan Sat Reskrim Polres Problinggo untuk pengembangan laporan.