Rabu, 09 Maret 2016

Pengedar Dextromethorphan Alaskandang Diringkus Sat Reskoba Polres Probolinggo

Probolinggo - Sejak diluncurkannya program Molimo dari Polres Probolinggo, kini Polres Probolinggo terus menambah armadanya untuk membasmi Molimo yang masih banyak terjadi di kaalangan masyarakat. Salah satu yang berhasil Polres Probolinggo ungkap kali ini adalah penjualan obat keras terlarang jenis Dextromethorphan. Lewat Sat Reskoba, Polres Probolinggo berhasil meringkus pengedar obat keras yang telah dicabut ijin peredarannya oleh Kementrian Kesehatan pada awal tahun lalu.

Sat Reskoba berhasil meringkus seorang pemain baru di dunia peredaran obat keras terlarang tersebut. Sial, tak genap 1 bulan lelaki tersebut menikmati hasil bisnis haram tersebut, akhirnya kini dia harus bersedia menetap di bui. Tersangka berinisial SM (35) tersebut berhasil di ringkus di dekat kediamannya di Dusun SUkun Desa Alastengah Kecamatan Paiton, rabu (9/3) pukul ,21.00 WIB.

Dari tangan tersangka Sat Reskoba Berhasil mengamankan 60 butir pil Dextromethorphan yang dikemas menjadi 6 plastik klip keil (@10 butir / plastik). Selain mengamankan obat keras dari tangan tersangka, Sat Reskoba Polres Problinggo juga mengamankan 1 unit ponsel milik  tersangka untuk selanjutnya diamankan menuju Mapolres Probolinggo.

Tersangka harus berurusan dengan kepolisian akibat bisnis haram yang ia jalankan. Tersangka juga akan dijerat Pasal 197 subs pasal 196 UU RI No.36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara dan denda maksimal 1 milyar rupiah. Saat ini tersnagka masih mendekam di balik jeruji besi tahanan Polres Probolinggo untuk selanjutnya diperiksa guna mengungkap jaringan pengedar obat keras tersebut.