Senin, 25 April 2016

Dicekoki Miras, Seorang Siswi Disetubuhi Dan Ditinggal Di Hutan

Probolinggo - Seorang siswi di salah satu sekolah di Kecamatan Sukapura, diduga diperkosa seorang pemuda setelah sebelumnya dicekoki minuman keras. Korban DR (17), warga Kelurahan Pilang Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, diduga disetubuhi oleh BU (21), warga Kelurahan Triwung, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, dalam kondisi tak sadarkan diri akibat pengaruh alkohol. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami trauma.

Setelah dilakukan penyelidikan, tak butuh waktu lama anggota Polsek Sukapura dapat menangkap pelaku. Bersama tersangka, petugas juga menyita barang bukti berupa botol kosong minuman keras, pakaian korban, dan botol obat tetes mata. Kapolsek Sukapura AKP Noer Choiri mennuturkan, kasus pemerkosaan ini terjadi hari Minggu (24/4) kemarin sekitar pukul 15.00 Wib di TKP hutan pinus air terjun Umbulan, Desa Sukapura.

"Sebelumnya, tersangka bersama korban minum-minuman keras yang sudah dioplos. Saat korban dalam kondisi mabuk itulah tersangka menyetubuhi korban," papar kapolsek.

Kapolsek menjelaskan, kasus ini bermula dari ajakan pelaku untuk pergi ke tempat wisata air terjun Umbulan. Mereka berdua janjian bertemu di Terminal Bayuangga Kota Probolinggo. Setelah membeli satu botol miras jenis anggur merah yang dioplos dengan obat tetes mata di daerah Nguling, kemudian mereka menuju tempat wisata. Korban yang dibawa di tempat yang banyak hutan pinus itu, kemudian dicekoki miras yang sudah dibawa sebelumnya. Saat korban dalam kondisi mabuk, pelaku melancarkan aksinya dengan membuka pakaian korban dan menyetubuhinya. Bejatnya, setelah disetubuhi, korban ditinggalkan di hutan pinus itu dalam keadaan telanjang. Korban ditemukan oleh petugas parkir yang saat itu akan menutup tempat wisata tersebut. Petugas parkir yang mengetahui masih ada sepeda motor yang tersisa, kemudian mencari pemilik kendaraan. Saat pencarian itulah ditemukan korban yang dalam keadaan tak sadarkan diri. Mengetahui hal itu, korban segera dibawa ke Puskesmas Sukapura. Setelah keluarganya dihubungi dan menceritakan kejadian yang sebenarnya, korban dirujuk ke RSUD dr. Moch. Saleh Kota Probolinggo. Dari situlah petugas Polsek Sukapura segera melakukan pencarian terhadap pelaku. BU tak mengelak atas perbuatannya saat digelandang petugas ke mapolsek.

"Perbuatan tersangka ini bisa dijerat dengan Pasal 81 UU RI Nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan hukuman paling ringan 5 tahun penjara dan denda Rp 5 miliar. Saat ini masih kami lakukan pemeriksaan lebih lanjut," kata kapolsek.