Senin, 18 April 2016

Launching Korps Musik Polres Probolinggo Dalam Upacara Hari Kesadaran Nasional Tanggal 17



Probolinggo - Seperti rutinitas yang biasa dilakukan oleh Polres Probolinggo, setiap sebulan sekali dilaksanakan giat upacara bendera 17-an di lapangan apel Mapolres Probolinggo. Senin (18/4), seluruh anggota Polres Probolinggo kembali melaksanakan upacara bendera yang juga diisi dengan pemberian reward dan punishment anggota.

Kapolres Probolinggo AKBP Iwan Setiyawan bertindak sebagai inspektur upacara. Sedangkan rangkaian tata upacara dilaksanakan oleh anggota yang bertugas hari ini sebagai perangkat upacara. Sedikit berbeda dari kegiatan upacara-upacara sebelumnya, hari ini Polres Probolinggo menampilkan tim pemain Korsik untuk mendukung jalannya upacara. Tim ini sendiri baru dibentuk oleh kapolres sekitar empat bulan yang lalu. Meskipun penampilan masih belum terlalu maksimal, tim korsik ini masih dalam pelatihan agar kedepannya dapat tampil lebih maksimal. Meski begitu, kapolres tetap mengapresiasi pembentukan tim korsik Polres Probolinggo dapat tampil berbeda dari polres-polres lainnya. Selain itu, hari ini juga kapolres meresmikan pembentukan korps musik Polres Probolinggo yang ditandai dengan penyerahan alat musik berupa senar drum dan terompet kepada perwakilan anggota yang terlibat dalam tim korsik.


Kegiatan dilanjutkan dengan pemberian reward kepada anggota yang berprestasi dan polsek jajaran dengan kinerja terbaik, serta pemberian punishment kepada polsek jajaran dengan kinerja terburuk selama bulan Maret 2016. Untuk pemberian reward kepada anggota diberikan kepada Bripka Andik Muhyeni anggota Polsek Gending dan Nur Hasan yang menjabat sebagai kepala desa Bulang, Kecamatan Gending karena berhasil mengungkap kasus pencurian hewan di wilayahnya. Selain itu, pemberian reward juga diberikan kepada Ipda Marudji, Bripka Joko Purnomo, Bripka Bambang Lasiyanto, Brigpol Nico Stanza, dan Brigpol Agung Mardiko, anggota Polsek Tegalsiwalan karena berhasil mengungkap kasus pencurian sepeda motor.

Pemberian reward selanjutnya diberikan kepada polsek dengan kinerja terbaik selama bulan Maret 2016. Polsek tersebut adalah Polsek Pajarakan yang memperoleh nilai 25, sedangkan kinerja terburuk diberikan kepada polsek Pakuniran dengan nilai 2, dan Polsek Banyuanyar dengan nilai 1. Kedua polsek itu diberikan punishment berupa bendera yang berwarna hitam dan bergambarkan tengkorak. Bendera tersebut sebagai simbol agar polsek tersebut dapat lebih meningkatkan kinerjanya lebih baik lagi.


Setelah amanat dari Kapolres Probolinggo, upacara diakhiri dengan pemberian penghargaan kepada pemenang lomba 3M (menggunting, melipat, merekat) serta cerita pengalaman peserta didik TK Kemala Bhayangkari 16 Proboyang digelar di Polrestabes Surabaya dan diikuti 38 polres se-Jawa Timur tersebut, Wulan Octa dan Desta Dwi Putra berhasil keluar sebagai juara 2 dan 3. Kapolres Probolinggo yang didampingi istri memberikan langsung penghargaan tersebut kepada kedua siswa/siswi yang sudah membanggakan Polres Probolinggo dan jajarannya.