Rabu, 20 April 2016

Polres Probolinggo Gelar Press Release Perjudian Dan Pencabulan

Probolinggo - Bertempat di halaman lobi Mapolres Probolinggo, Rabu (20/4) siang tadi kembali digelar press release. Kali ini, mapolres merilis kasus perjudian selama tiga minggu yang berhasil diungkap jajaran kesatuan Polres Probolinggo. Kegiatan ini terselenggara berkat keberhasilan anggota dalam memerangi segala bentuk penyakit masyarakat yang ada di wilayah Kabupaten Probolinggo, khususnya perjudian.

Selama tiga pekan ini, sudah empat kasus perjudian dengan total 7 tersangka yang berhasil diringkus. Menurut Kasat Reskrim Polres Probolinggo AKP Mobri C. Panjaitan, petugas tetap akan berupaya untuk memberantas praktek perjudian dalam bentuk apapun kedepannya. Untuk itu, diharapkan kepada warga masyarakat yang mengetahui informasi adanya praktet tersebut dapat segera melaporkannya ke pihak berwajib untuk ditindaklanjuti. Seluruh tersangka judi yang sudah diperiksa oleh penyidik ini dikenakan pasal 303 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara.


Disamping itu, dalam press release siang tadi, Kasat Reskrim juga menghadirkan tersangka pencabulan yang dilakukan oleh tetangganya sendiri. Pria paruh baya yang sudah mempunyai anak 3 itu tega mencabuli SN (6) seorang bocah perempuan asal Desa/Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo. Adalah MK

(43), yang kerjanya berjualan di sebuah warung depan rumah korban. Peristiwa yang merupakan pertama kali dilakukan oleh pelaku itu terjadi hari Senin (18/4) di rumah pelaku.


"Korban memang sering bermain ke rumah pelaku, ketika keponakan pelaku yang merupakan teman bermain korban berada di rumah pelaku. Saat kejadian, korban diiming-imingi kalau teman bermainnya itu berada di rumahnya. Padahal semua itu hanya untuk mengelabuhi korban saja," papar Kasat Reskrim.

Pelaku saat ini masih dalam penyidikan lebih lanjut, sambil menunggu hasil visum korban dari tim ahli di RSUD Waluyo Jati Kraksaan. Jika pelaku memang terbukti bersalah dan memenuhi unsur pidana, pelaku akan dikenakan pasal 76 E Jo 82 Undang-undang Nomor 35 tahun 2013 dengan ancaman 15 tahun penjara.