Senin, 23 Mei 2016

Bayi Hubungan Gelap, Dihantam Batu Oleh Ibunya Sendiri

Probolinggo - Malu dengan hasil hubungan gelap, seorang ibu di Kecamatan Kuripan, Kabupaten Probolinggo, dengan kejinya membunuh bayi yang baru dilahirkannya dengan cara dicekik, diinjak dan dihantam dengan batu bertubi-tubi. Saat ini, pelaku dirawat intensif di rumah sakit setempat, sedangkan si bayi yang malang dibawa ke kamar mayat Rumah Sakit Waluyo Jati, Kraksaan.

Perbuatan keji yang dilakukan LL (40), warga Dusun Bunut, Desa Karangrejo, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Probolinggo, membuat gempar warga setempat. LL membunuh bayi yang baru dilahirkannya pada Minggu (22/5) pagi. Bayi berjenis kelamin laki-laki itu tewas secara mengenaskan setelah kepalanya dihantam batu oleh ibunya sendiri yang seharusnya merawat dan membesarkannya.

Hasil visum sementara yang dilakukan anggota Identifikasi Satreskrim Polres Probolinggo, korban tewas karena adanya benturan benda keras yang menimpa tubuhnya. Sementara pelaku pembunuh bayi, saat ini tengah mendapat perawatan intensif di ruang Instalasi Gawat Darurat di Rumah Sakit Waluyo Jati, Kraksaan.

Menurut pengakuan LL, ia mempunyai hubungan gelap dengan MS (50) warga setempat. Karena kesal dengan MS yang tidak bertanggung jawab, LL akhirnya membunuh bayi laki-laki tersebut.
"Saya kesal dengan perbuatan MS, karena tidak bertanggung jawab. Kekesalan itu saya lampiaskan ke bayi saya. Saya melahirkan sendirian, saya bunuh bayi sendiri, terus tak kubur sendiri," ungkap LL.

LL melahirkan bayinya sendiri pada Minggu dini hari. LL mengaku melahirkan tanpa bantuan siapapun. Begitu sang bayi lahir, ia langsung membunuhnya dengan memukulkan sebuah batu hingga sang bayi tewas seketika. Usai tak bernyawa, LL menguburkannya di belakang rumahnya.

Kapolsek Kuripan AKP M. Gunawan mengatakan, kasus itu terungkap saat ada anjing mendekati kuburan itu. Kakak LL, yang kebetulan rumahnya berdekatan, mengetahui itu. Kakak LL jadi curiga dengan kuburan yang baru digali namun tak dalam tersebut. Setelah dibongkar, terkejutlah ia karena ada bayi di dalamnya.

"Ada laporan bayi dikubur, kami langsung melakukan pengecekan di TKP. Selanjutnya, ada pengakuan dari LL kalau itu adalah bayinya dan dibunuh pakai batu. Kami amankan LL dan membawanya ke rumah sakit," papar kapolsek Kuripan.

Dari olah TKP, petugas mengamankan barang bukti berupa sebilah sabit yang digunakan untuk memotong tali pusar dan batu yang digunakan untuk memukul bayi, serta beberapa kain. Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku terancam Undang-undang perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. Hingga saat ini, petugas masih mengintograsi MS untuk dimintai keterangan sebagai saksi terkait kasus tersebut.