Selasa, 24 Mei 2016

Dua Pengedar Sabu Dibekuk Satreskoba Polres Probolinggo


Probolinggo - Aparat dari Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resor Probolinggo menangkap seorang pengedar narkotika jenis sabu-sabu. AS (37), warga Desa Kandangjati Wetan, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, itu diamankan petugas Senin (23/5) sekitar pukul 21.30 Wib tadi malam.

Bersama tersangka, petugas mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya sabu seberat 0,34 gram, dua alat hisap/bong, 3 oncor/alat bakar, empat korek api gas, dua pipet kaca, satu cotton bud, tiga sedotan plastik kecil, tiga sedotan sekrup plastik, satu tusuk gigi, dua tabung kaca, satu sedotan siku, satu cutter, dua klip plastik, satu silet, dua handphone, dan enam lembar bukti resi pengiriman dari ATM.

Tak hanya berhenti sampai disitu, petugas segera melakukan pengembangan dari penangkapan AS sebelumnya. Selang waktu sehari, Selasa (24/5) dini hari, petugas berhasil mengamankan pengedar sabu lainnya. SR (40), warga Kelurahan Kandangjati Kulon, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, ini dibekuk petugas di TKP Jalan Desa Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo.

Dari tangan tersangka, petugas mengamankan dua poket sabu dengan total seberat 0,64 gram, lima alat hisap/bong, empat oncor/alat bakar, enam korek api gas, empat pipet kaca, satu gunting, 27 sedotan plastik, dua sedotan sekrup plastik, satu bungkus klip plastik, satu isolasi, satu timbangan digital, satu jerigen kecil berisi alkohol, tiga handphone, satu botol kecil suplemen, dan uang sejumlah Rp 1,491 juta.

Kasat Resnarkoba AKP Suherly Sanjaya menjelaskan, pihaknya tetap melakukan pengembangan untuk memburu bandar sabu-sabu. "Kedua tersangka ini hanya berstatus sebagai pengedar. Kami akan melakukan penyelidikan lebih lanjut agar bisa mengungkap bandar dari barang haram tersebut," papar Kasat Resnarkoba. Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, kedua tersangka akan dikenakan pasal 114 ayat 1 sub pasal 112 ayat 1 Undang-undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara dan denda 1 milyar.