Kamis, 28 Juli 2016

Ditpolair Ajak Warga Dringu Tolak Paham Radikal & Anti Pancasila

Probolinggo - Direktorat Kepolisian Perairan Baharkam Mabes Polri melaksanakan kegiatan sosialisasi Quick Wins Program 1 yang bertemakan "Penertiban dan penegakan hukum bagi oraganisasi radikal dan anti pancasila oleh KP. Hanoman-7011", Kamis (28/7) siang tadi, di kantor desa Randuputih, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo.

Dalam kegiatan ini, Ditpolair yang dipimpin Kompol Nur Sapta, mengundang Tokoh Pemuda dan para nelayan setempat. Sebagai narasumber, pihak kepolisian mengajak masyarakat dalam merubah pola pikir sebagai warga negara yang taat pada hukum dan peraturan-peraturan yang berlaku.

Kompol Nur Sapta menerangkan, fungsi kepolisian yang melekat dalam organisasi kepolisian yang merumuskan kebijakan Direktur Kepolisian Perairan Baharkam Polri dalam upaya menciptakan dan memelihara Kamtibmas dengan membangung kemitraan yang setara agar terjalin hubungan yang harmonis dan dapat bekerjasama antara polri khususnya polair, para tokoh agama dan tokoh adat, hal tersebut merupakan antisipasi dalam pemecahan masalah radikal dan anti pancasila.

"Mari kita bersama-sama mempertahankan kearifan lokal, melestarikan lingkungan di sekitar kita, juga tidak membuang sampah sembarangan," papar Nur Sapta.

Para tokoh bersama Polri diharapkan dapat bergandengan tangan untuk mencegah tumbuh kembangnya paham radikan dan anti pancasila yang dapat memecah belah kesatuan dan persatuan Bangsa Indonesia. Untuk itu, masyarakat merupakan jembatan polri sekaligus mitra polri untuk bersama-sama menjaga keamanan yang kondusif serta dapat menekan terjadinya kesenjangan di tengah-tengah masyarakat.