Minggu, 17 Juli 2016

Polres Probolinggo Gelar Press Release Operasi Ramadniya Semeru 2016


Probolinggo - Kepolisian Resort Probolinggo kembali menggelar press release hari Minggu (17/7) kemarin pukul 14.00 Wib di halaman kantor mapolres. Press release kala itu digelar atas hasil selama Operasi Ramadniya Semeru 2016 yang telah usai dilaksanakan.

Sebanyak enam macam kasus yang dihadirkan dalam press release siang itu. Diantaranya, ungkap narkotika sebanyak satu kasus, ungkap handak/mercon sebanyak tigas kasus, ungkap anirat sebanyak satu kasus, ungkap pecah kaca sebanyak dua kasus, knalpot bronk, dan kendaraan yang tidak dilengkapi dokumen sah.

Sebanyak tiga tersangka yang terlibat dalam kasus bahan peledak (handak) / mercon, berhasil diamankan petugas. Total barang bukti yang sudah disita petugas yakni lebih dari 2 kg bubuk mesiu, ratusan petasan dan sumbunya, serta peralatan yang digunakan untuk membuat petasan.

Tak hanya itu, tiga tersangka lainnya yang masih terbilang dibawah umur, juga diamankan petugas terkait kasus pecah kaca kendaraan. Menurut pengakuan, ketiganya sudah terlibat sekitar 14 TKP di jalan raya berbeda yang mengakibatkan satu korbannya meninggal dunia serta dua orang luka berat. Mereka juga mengaku bahwa motif perbuatannya dilakukan karena sakit hati.

Selain kasus-kasus kejahatan menonjol, dalam operasi Ramadniya, anggota Satlantas Polres Probolinggo telah melakukan penilangan sebanyak 146 kali serta teguran sebanyak 387 kali. Tak hanya itu, petugas juga mengamankan sebanyak 44 kendaraan yang memakai knalpot brong. Sebanyak tiga mobil ikut disita petugas karena tidak dapat menunjukkan STNK aslinya. Kendaraan yang menggunakan knalpot brong dapat diambil kembali oleh pemiliknya apabila membawa knalpot aslinya dan mengganti di tempat.