Rabu, 31 Agustus 2016

Tahapan Pembuatan SIM, Satpas Probolinggo Tekankan Secara Prosedural

Probolinggo - Mekanisme penerbitan Surat Ijin Mengemudi (SIM) yang sejatinya harus mengacu pada kemampuan pemohon dalam menguasai tahapan tes mulai tulis atau teori hingga tahapan praktek. Dengan demikian sudah dipastikan tidak diragukan lagi, bahwa pemegang SIM merupakan orang yang layak memilikinya.

Prosedural dalam menerbitkan surat berkendara ini yang selalu diterapkan Satlantas Polres Probolinggo melalui unit pembuatan SIM. Nampak para pemohon selalu diarahkan untuk melalui mekanisme yang diberlakukan. Satlantas berharap, dengan pola penerapan yang ketat, dimungkinkan akan memotivasi masyarakat untuk siap dan benar-benar memahami cara berkendara yang baik.

Ratusan pemohon SIM, setiap harinya harus antri menunggu giliran tes. Untuk teori, sebelumnya diberikan petunjuk oleh anggota yang berkompeten di bagian tersebut. “Hal ini guna memberikan ruang gerak bagi pemohon untuk memahami dan siap mengikuti tes. Karena kami akan mengambil kebijakan untuk mengulang apabila dalam tes yang diberlakukan, para peserta tidak lulus,” ungkap Bripka Purwanto, petugas di bagian teori.

Sama halnya dengan uji praktek, setidaknya ada enam tes dasar yang harus dilewati tanpa celah. Untuk menyelesaikan tes ini, biasanya menggunakan sepeda motor yang disediakan oleh petugas.

”Jika keterampilan mengatur gas dan keseimbangan tubuh sempurna, pengendara bisa dengan mudah menguasai tes ini. Kadang banyak yang tidak terampil namun memaksakan diri mendapatkan SIM,” ujar Aiptu Setyo Hadi, petugas uji praktek.

Pada kesempatan yang sama, penerapan aturan sesuai prosedur ini juga diungkapkan Aipda Istono, Baur SIM Satlantas Polres Probolinggo. Menurutnya, pemohon SIM harus melalui beberapa tahapan yang harus dilalui, baik tes tulis, kesehatan, sidik jari, serta praktik. Jika mereka tidak lulus maka harus mengikuti ujian lagi hingga lulus. “Kami berupaya mengarahkan pemohon SIM untuk mengikuti alur yang telah ditetapkan. Jadi penerbitan SIM ini bisa dipertanggungjawabkan, karena  pemiliknya telah teruji dan layak memegang dokumen kelengkapan berkendara tersebut,” paparnya.

Intensitas layanan pembuatan SIM di Satpas Polres Probolinggo yang berada di Jalan Suroyo kota Probolinggo ini, makin menunjukkan peningkatan sesuai dengan laju grafik meningkatnya jumlah pemilik kendaraan terutama roda dua. Animo dan kesadaran masyarakat juga dinilai makin menunjukkan kenaikan yang signifikan untuk melengkapi diri dalam berkendara dengan kepemilikan SIM tersebut. Namun demikian, menurut Istono, pihaknya akan tetap selektif dalam menerbitkan SIM tersebut. “Ini semua sebagai shock terapi bagi warga, bahwa untuk memiliki SIM dibutuhkan kemampuan yang handal dalam berkendara, meski kami selalu memberikan arahan agar para pemohon SIM dapat melaksanakan tes dengan tidak disertai rasa tegang dan gugup,” tambahnya.