Minggu, 11 September 2016

Kurang Dari 12 Jam, Dua Pelaku Pembunuhan Perangkat Desa Berhasil Diamankan

Probolinggo - Warga Desa Sumber Kledung, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo, digemparkan dengan peristiwa penganiayaan yang berujung dengan kematian. Suwarno (32), seorang perangkat desa setempat tewas mengenaskan dengan luka bacok saat sedang melaksanakan piket di kantor desa setempat, Sabtu (10/9) dini hari.

Berdasarkan informasi, saat itu korban piket malam ditemani oleh dua rekannya, yakni Abdul Bast (48), dan Sanuji (46). Sekitar pukul 00.10 Wib, kedua teman korban tertidur di balai desa, sementara korban masih duduk. Namun, sekitar dua puluh menit kemudian kedua perangkat desa itu terbangun karena suara gaduh. Ternyata suara gaduh tersebut ditimbulkan karena korban diserang oleh dua orang dengan menggunakan celurit.

Korban saat itu sempat menyelamatkan diri berlari ke arah selatan, namun tetap dikejar oleh kedua pelaku. Karena kalah jumlah, Suwarno tidak bisa berkutik dan tidak melawan sama sekali. Hingga akhirnya mengalami luka bacok di bagian belakang kepala, muka dan hampir seluruh tubuhnya. Akibat luka-luka itu, korban tewas seketika di tempat kejadian perkara. Usai membunuh korbannya, kedua pelaku langsung melarikan diri.

Polisi yang mendapat laporan itu langsung mendatangi TKP. Petugas segera melakukan olah TKP dan mengamankan barang bukti diantaranya satu buah sarung celurit, dua telpon seluler, satu peci hitam dan sepasang sandal kulit warna hitam. Petugas pun segera melakukan penyelidikan usai mencari informasi dari beberapa saksi mata.

Kurang dari 12 jam, dua orang terduga pelaku pembunuhan pun berhasil diungkap tim gabungan Buser Satreskrim Polres Probolinggo dan Polsek Tegalsiwalan. Petugas mengamankan AY (33) dan MH (22), yang merupakan warga Desa Sumbersuko, Kecamatan Dringu. "Hasil penyelidikan sementara mengarah kepada kedua pelaku," ungkap AKP Jamal.

Kapolres Probolinggo AKBP Arman Asmara Syarifuddin, yang mendatangi langsung TKP saat itu, mengatakan bahwa kedua pelaku ditangkap di dua tempat berbeda. AYT ditangkap di jalan Desa Tegalsiwalan, saat berusaha melarikan diri menggunakan sepeda motor. Sementara MH, ditangkap petugas di rumah salah satu saudaranya di Desa Liprak Kidul, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo.

"Antara kedua terduga pelaku ini ada hubungan saudara sepupu. Sementara untuk motif pembunuhannya masih kami telusuri," tutur kapolres.